ACTUALNEWS.ID, BOGOR — Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mendorong hilirisasi singkong berbasis perempuan sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.
Langkah tersebut mengemuka dalam kunjungan KOWANI ke Rumah Tempe Cassava Srikandi TS dan Dapur Hulya – Jagonya Gluten Free, Bogor, Selasa (11/8/2026). Dalam kunjungan itu, KOWANI melihat langsung potensi singkong yang dapat diolah menjadi beragam produk pangan sehat, inovatif dan bernilai tambah tinggi.
Ketua Umum KOWANI periode 2024–2029, Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., menegaskan bahwa singkong tidak seharusnya hanya dipandang sebagai komoditas pangan tradisional. Menurutnya, singkong memiliki peluang besar menjadi bahan baku industri pangan modern sekaligus penggerak ekonomi perempuan dan masyarakat desa.
“Singkong jangan berhenti sebagai bahan mentah. KOWANI ingin membangun ekosistem dari petani, perempuan, UMKM, koperasi, perguruan tinggi, industri, hingga pasar nasional dan internasional,” ujar Nannie.
Menurut Nannie, potensi tersebut harus dikembangkan melalui inovasi, riset, peningkatan kualitas produksi, standardisasi serta perluasan akses pasar. Dengan demikian, nilai ekonomi singkong tidak berhenti di tingkat petani, tetapi dapat terus meningkat sepanjang rantai produksinya.
Sebagai langkah konkret, KOWANI menggagas KOWANI Cassava Innovation Challenge 2026–2028 dengan tema “Dari Singkong Menjadi Nilai Tambah untuk Indonesia.”
Kompetisi nasional tersebut dirancang untuk mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perempuan, perguruan tinggi, mahasiswa, SMK, UMKM, koperasi, peneliti hingga masyarakat desa.
Ruang inovasi yang didorong tidak hanya terbatas pada produk makanan. KOWANI membuka peluang pengembangan berbagai inovasi berbasis singkong, termasuk future food, pangan sehat, inovasi daun singkong, zero waste cassava, bioteknologi, produk industri hingga womenpreneur innovation.
Bukan Sekadar Kompetisi
Nannie menegaskan, inovasi terbaik yang lahir dari kompetisi tersebut tidak akan berhenti pada pemberian penghargaan.
KOWANI menyiapkan arah pengembangan agar produk-produk potensial dapat masuk ke tahap inkubasi, standardisasi, sertifikasi, penguatan desain kemasan, business matching, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas produksi, penetrasi retail modern hingga membuka peluang ekspor.
“Produk terbaik tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi diarahkan menuju inkubasi, standardisasi, sertifikasi, desain kemasan, business matching, akses pembiayaan, produksi, retail modern, hingga peluang ekspor,” kata Nannie.
Ia menambahkan, gerakan tersebut menjadi bagian dari perubahan pendekatan KOWANI dalam menjalankan peran organisasi perempuan. KOWANI ingin memastikan potensi ekonomi yang ada di masyarakat dapat ditemukan, dikembangkan dan dihubungkan dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
“KOWANI tidak hanya duduk membicarakan persoalan perempuan. KOWANI turun ke bawah, menemukan potensi, mengolahnya dengan ilmu pengetahuan, lalu membawanya naik menjadi kekuatan ekonomi perempuan Indonesia,” tegasnya.
Bangun Ekosistem Hilirisasi
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, KOWANI mendorong kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, petani, koperasi, organisasi perempuan, lembaga pembiayaan hingga offtaker.
Model tersebut juga akan dikembangkan melalui pilot project desa dan penyusunan roadmap hilirisasi singkong nasional.
Langkah ini dinilai penting karena hilirisasi bukan sekadar mengubah bahan mentah menjadi produk jadi, tetapi membangun rantai nilai yang mampu meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, membuka ruang usaha bagi perempuan, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Dengan potensi tersebut, singkong yang selama ini identik dengan pangan sederhana di pedesaan didorong menjadi komoditas strategis yang mampu menembus pasar modern dan bahkan pasar internasional.
Bagi KOWANI, hilirisasi singkong bukan hanya soal produk, tetapi tentang bagaimana perempuan, petani dan masyarakat desa menjadi bagian penting dari mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.
ACN/Indah/RED
