ACTUALNEWS.ID JAKARTA — Dr. Drs. Kasman Lassa, S.H., M.H., mantan Bupati Donggala, menghadiri rangkaian Pelantikan Pengurus, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Seminar Nasional Bela Negara Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) yang digelar pada 25–27 September 2026 di Jakarta.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen IARMI dalam menerjemahkan semangat bela negara melalui pengabdian nyata kepada masyarakat, daerah, dan bangsa.
Kegiatan nasional ini diikuti delegasi dari 32 Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) IARMI serta ratusan Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota. Sejumlah unsur turut hadir, mulai dari jajaran pengurus DPN IARMI, alumni Resimen Mahasiswa, mahasiswa dan perguruan tinggi, unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, hingga berbagai mitra strategis.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPN IARMI Prof. Bahrullah Akbar, yang juga Guru Besar IPDN dan Komisaris Bank Syariah Nasional, serta Sekretaris Jenderal DPN IARMI Ir. A. Riza Patria, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus memperluas kontribusi alumni Resimen Mahasiswa di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kasman Lassa yang merupakan mantan Bupati Donggala dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024, juga resmi diangkat sebagai Komandan Resimen Mahasiswa Sulawesi Tengah.
Kasman mengungkapkan kebanggaannya dapat menghadiri kegiatan nasional tersebut dan bertemu dengan berbagai tokoh dari kalangan pemimpin, akademisi, organisasi, serta perguruan tinggi.
“Saya sebagai mantan wakil dari Donggala dua periode yang dipilih langsung oleh rakyat tanpa partai, Itulah yang membuat saya bangga bisa bertemu dengan para pemimpin dan akademisi, dan pemimpin organisasi dan para tokoh-tokoh universitas,” ujarnya.
Kasman berharap kegiatan nasional IARMI tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga mampu melahirkan figur-figur yang memiliki wawasan kebangsaan dan dapat berkontribusi dalam berbagai bidang.
“Harapan saya, baik secara pribadi maupun nasional, adalah agar kegiatan ini menghasilkan guru-guru nasional yang mampu berbicara dalam konteks nasional,” tuturnya.
Ia menilai para peserta yang hadir memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam. Sebagian di antaranya merupakan alumni yang kini telah menjadi dosen maupun pengajar, serta pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan sebagai anggota Resimen Mahasiswa.
“Karena yang hadir di sini adalah mantan alumni atau alumni dari siswa yang telah menjadi dosen dan menjadi pengajar, kemudian menjadi Menwa yang telah dilatih seperti saya,” kata Kasman.
Kasman juga menceritakan pengalaman dirinya saat mengikuti pendidikan dan pelatihan sejak 1980. Menurutnya, proses pembinaan tersebut terus dijalani hingga akhirnya dirinya dipercaya memimpin Kabupaten Donggala selama dua periode.
“Saya telah dilatih sejak tahun 1980 menjadi Kasal dan dilatih terus hingga saya terpilih menjadi Bupati Donggala dua periode,” ucapnya.
Melalui momentum Rakernas dan Seminar Nasional Bela Negara tersebut, IARMI diharapkan semakin memperkuat peran alumni Resimen Mahasiswa dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa, sekaligus menjaga semangat bela negara di tengah perkembangan zaman.ACN/RED
