JAKARTA,AN.ID – Rencana GPM (Gerakan PemudaMarhanis) mengadakan Kongresnya ke-XI di Jimbaran Bali pada tanggal 5-7 Juni 2026 dan akan di hadiri ratusan pengurus, kader dan simpatisan.
Kongres yang bertemakan…. akan membawa perubahan kearah lebih maju buat bangsa dan rakyat Indonesia kususnya kader Marhaen.
“Bila tidak ada kendala kongres akan di adakan di bali dengan alternatif prov dki jakarta, ujar Heri Satmoko Ketua Umum DPP GPM, Sabtu (18/4/) di Semarang.
Untuk itu, katanya, bulan April-Mei segala persiapan dan kesiapan sudah rampung.
“OC dan SC sudah terbentuk tinggal bergerak melaksanakan tugas dan kewajibannya, ujarnya.
Ada beberapa beberapa pesan dan kesan bagi GPM. Yakni,
5 hal yg harus dilakukan tiap Pengurus GPM ditingkat Provinsi (DPD)
Membentuk kepengurusan DPC DPC di seluruh wilayah yang bersangkutan
- Melakukan Audensi & bangun kemitraan dengan pemerintah prov setempat guna mengawal program program pemerintah di semua kedinasan yang berorientasi pada kepentingan rakyat
- Melakukan kegiatan kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayahnya agar eksistensi GPM dirasakan oleh masyarakat
- Melakukan pendampingan hukum terhadap masyarakat yang mendapat ketidak adilan
- Aktif mengawal kebijakan publik dan pelayanan publik agar berjalan dengan baik tanpa penyimpangan dan atau diskriminasi yg merugikan masyarakat.
Publikasikan kelima hal diatas, agar pergerakan tidak stagnan, tidak sebatas retorika dan tidak terputus kaderisasi .
Ke-5 tersebut dapat di simpulkan. Bahwa.
“Membangun Kembali Sistem Kepartaian Yang berbasis pada Sistem Demokrasi Pancasila (Sosio Demokrasi) menuju Cita Cita Proklamasi.
Hal ini bisa terwujud jika sdh terbentuk Tatanan Masyarakat yang Marhaenistis yang berbasis ideologis & berjiwa revolusioner Progresif sebagai pendukung utama (massa basis) krn kedaulatan ditangan rakyat,
dan untuk membentuk Tatanan Masyarakat yg Marhaenistis tersebut diperlukan Kader Kader Muda Marhaenis yang berbasis Ideologis berjiwa Revolusioner Progresif sebagai motor penggerak guna membangun dan mendinamisir kekuatan rakyat (masyarakat yang Marhaenistis).
Kader kader muda Marhaenis itu dilahirkan melalui proses kaderisasi baik formal dan informal dlm organ organ Marhaenis spt ;
Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI)dg segmen garapannya para pelajar,
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ,
Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) segmen garapannya para pemuda pemudi, Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM) segnen garapannya kaum Buruh Pabrikan ,Pekerja Swasta dan Tenaga Honorer,
Lembaga Kesenian Nasional (LKN) segmen garapannya para Budayawan dan Seniman dll.
Kesemuanya itu harus digerakan oleh sisa sisa kader senior marhaenis yang tersisa ditiap tiap organ yang masih mau dan kober untuk menghidupkan kembali eksistensi organ organ Marhaenis pergerakan tersebut guna menumbuhkembangkan kader kader muda.
Saat ini sisa sisa kader marhaenis senior yang masih mau dan kober ditiap tiap organ marhaenis makin menipis dan banyak yang sudah tergerus waktu dan banyak yang telah di panggil Tuhan, sehingga menjaga tanggung jawab sejarah bagi kader kader marhaenis senior yg tersisa ditiap organ marhaenis utk tunaikan darma bakti pergerakannya.
Setelah bertumbuh kader kader muda Marhaenis ditiap tiap organ marhaenis serta telah tercipta Tatanan Masyarakat Marhaenistis baru dibentuk Partai Rakyat Marhaen sbg Partai Kader sekaligus Partai Massa (referensi bagus utk ini Buku Mencapai Indonesia Merdeka” rincinya.
AN/Rbt/Red
