Sulthanah Nashifah: Srikandi dari Tanah Jawara, Ukir Prestasi Gemilang di Dunia Beladiri dan Seni

ACTUALNEWS.ID Jakarta – Di balik sikap tenangnya yang ramah dan bersahaja, Sulthanah Nashifah, dara manis kelahiran Serang, Banten, menyimpan segudang prestasi olahraga dari cabang beladiri Shorinji Kempo – PERKEMI. Siswi kelas XII SMAN 105 Jakarta Timur ini telah berkali-kali mengukir prestasi, menyumbangkan total 10 medali (6 emas dan 4 perak) di berbagai kejuaraan daerah (Kejurda) DKI Jakarta dan nasional.

Jika ditotal, Shifa, sapaan akrabnya, telah mengumpulkan 24 medali dari nomor Embu dan Randori, mulai dari skala Kejurdo, Kejurda, PON Beladiri Pertama (IMAG), hingga kejuaraan Open (Nasional) lainnya.

Tak hanya piawai di cabang olahraga beladiri, Shifa juga aktif dan tercatat sebagai atlet menembak di Marine Shooting Club (MSC), dengan prestasi yang membanggakan: 4 medali emas dan 1 perak.

Namun, di tengah gemilangnya karier di dunia olahraga, Shifa dihadapkan pada pilihan sulit: memilih salah satu cabang olahraga yang akan ditekuni sebagai jalur prestasi di ajang nasional mendatang.

Setelah mempertimbangkan dengan matang, pilihannya jatuh pada olahraga beladiri Kempo, yang menjadi olahraga favorit keluarga besarnya. Ayahnya, beserta kedua kakak perempuannya, juga merupakan atlet berprestasi di cabang olahraga ini. Menurut Shifa, Kempo lebih simpel dan mudah diimplementasikan dalam keseharian, tanpa memerlukan dukungan media khusus. Meskipun dengan berat hati, ia juga mengakui bahwa menembak merupakan salah satu olahraga kegemarannya, yang telah mengajarkannya bagaimana fokus dan konsentrasi tingkat tinggi untuk mencapai target dalam senyap.

Shifa belajar menembak sejak usia 7 tahun di Sekolah Dasar Menembak PERBAKIN Senayan, saat masih tinggal di Serang, Banten. Ia harus rela pulang-pergi Serang – Senayan Jakarta untuk berlatih. Selanjutnya, ia bergabung dengan Club MSC, melanjutkan latihannya di YONMARHARLAN III Jakarta (KODAMAR) dan Lapangan Tembak Marinir Cilandak.

Remaja yang dikenal dengan label “SRIKANDI n’ Papie” ini juga merambah ke dunia Short Cinema YouTube dengan tema aksi laga. Ia tampil sebagai tokoh sentral protagonis, dengan kemampuan beladiri dan berusaha beramar ma’ruf nahi munkar, sebagai orientasi film yang bertujuan edukasi, motivasi, dan syiar. Di sana, ia memamerkan kemampuan bertarungnya menghajar para pelaku angkara murka sebagai remaja yang cerdas, peduli, dan tangguh dalam short cinema versi YouTube berjudul “SRIKANDI n’ Papie.”

Terlahir di kota Serang, Banten, yang dikenal sebagai Tanah Jawara, menambah sugesti dan motivasinya sebagai gadis remaja yang memiliki darah Banten dari kakeknya, garis keturunan ibunya. Bahkan, pelaksanaan akikah dan pemotongan rambut pertamanya ketika masih bayi dilaksanakan di lingkungan Kenadziran Kesultanan Banten pada tahun 2007.

Shifa hijrah ke Jakarta ketika usia 8 tahun dan bermukim di bilangan Cipayung, Jakarta Timur, bersama keluarganya, untuk mengimbangi tuntutan profesi ayahnya sebagai seorang Advokat, H. Alfan Sari, SH, MH, MM, yang juga seorang Kenshi penyandang Sabuk Hitam (Yudhansa Shorinji Kempo) sekaligus Petembak dan Pengurus PERBAKIN Banten.

Remaja berhijab kelahiran 28 November 2007 ini juga seorang Tahfizh Qur’an, sebagai penyeimbang yang disiapkan untuk ketenangan dan kematangan jiwanya yang senantiasa dalam nuansa religius.

Shifa, yang akan segera merayakan hari kelahirannya, memiliki cita-cita mulia untuk menjadi abdi negara yang akan mendarmakan segenap kemampuannya untuk masyarakat luas, bangsa, dan negara.

Saat ini, ia sedang mempersiapkan kemampuan akademik di salah satu Bimbel Prosus INTEN dan pembinaan fisiknya melalui Binjas CIJANTUNG ATHLETIC CLUB di kawasan Asrama KOPASSUS Cijantung, Jakarta, untuk menyusul kesuksesan kakak pertamanya yang saat ini sudah menjadi Perwira TNI KOWAL.

“Semoga tercapai semua cita-citamu, Shifa, berbekal kebaikan moral dan prestasi yang menyertai,” Aamiin.ACN/Aisyah/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles