ACTUALNEWS.ID Purwakarta – Jagat perbincangan masyarakat Purwakarta tengah ramai menyoroti sebuah momen yang memperlihatkan sejumlah pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten Purwakarta asyik berjoged ria dalam sebuah acara besar yang melibatkan banyak petinggi daerah. Senin,(19/26).
Video dan potongan suasana acara tersebut pun mulai menjadi sorotan publik hingga memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat.
Dalam suasana acara yang telah selesai dilaksanakan, terlihat beberapa pejabat berjoged dengan penuh kegembiraan secara terbuka.
Sorotan tajam masyarakat tertuju kepada sosok mantan PLT Sekda Purwakarta Nina Herlina yang kini menjabat sebagai Kepala BKAD Purwakarta, serta Sekda definitif terpilih Sri Jaya Migdan. Tidak hanya itu, sejumlah pejabat lain juga tampak menikmati suasana hiburan dalam acara tersebut.
Fenomena itu kemudian memancing berbagai komentar dari kalangan masyarakat bawah. Banyak yang menilai tingkah para pejabat dianggap terlalu menonjolkan kemewahan dan kegembiraan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya membaik. Pengangguran disebut masih tinggi, kebutuhan pokok terus meningkat, sementara sebagian warga masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ronal turut menyoroti peristiwa tersebut.
Menurutnya, para pemimpin daerah seharusnya bisa lebih menjaga sikap dan perasaan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.
“Seharusnya para pejabat itu bisa lebih menahan diri. Jangan terlalu mempertontonkan kegembiraan di saat masyarakat sedang susah. Hari ini banyak pengangguran di mana-mana, ekonomi juga belum baik-baik saja.
Bukannya fokus memikirkan bagaimana memulihkan kondisi masyarakat, ini malah terlihat berpesta pora,” ujar Ronal.
Ia juga menambahkan dengan nada sindiran keras bahwa kehidupan pejabat berbeda jauh dengan masyarakat kecil yang setiap hari harus memikirkan kebutuhan pokok keluarganya.
“Pejabat mah boga gaji jeung tunjangan, geus teu kudu hariwang. Ari masyarakat leutik mah boro-boro mikiran joged, nu dipikirkeun teh kumaha isukan nyiar duit keur meuli béas jeung bekel budak sakola,” tambahnya.
Perbincangan mengenai video dan suasana acara tersebut kini terus menjadi bahan pembahasan di tengah masyarakat
Purwakarta. Sebagian menilai hal itu hanyalah hiburan biasa setelah kegiatan resmi selesai, namun tidak sedikit pula yang menganggap para pejabat daerah perlu lebih bijak dalam menunjukkan sikap di ruang publik agar tidak menimbulkan kesan kurang peka terhadap kondisi rakyat kecil.*/ACN/RED
