ACTUALNEWS.ID, Jakarta — Pakar komunikasi politik Selamat Ginting menilai kelompok oligarki diduga tengah mengincar sejumlah figur yang dianggap dekat dengan agenda pemberantasan korupsi Presiden Prabowo Subianto. Salah satu nama yang disebut berpotensi menjadi sasaran berikutnya adalah Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana.
Pernyataan tersebut disampaikan Selamat Ginting dalam Diskusi Media Buka Fakta yang digelar Mediatrust.id bersama Forum Jurnalis Merdeka (FJM) di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Ginting mengaitkan dugaan tersebut dengan dinamika hukum yang menimpa mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Febrie sebelumnya juga dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Menurut Ginting, langkah pemerintahan Prabowo melalui Satgas PKH untuk menertibkan penguasaan kawasan hutan dan sumber daya alam (SDA) dinilai berhadapan dengan kepentingan kelompok yang selama ini memperoleh keuntungan dari sistem lama.
Ia menilai agenda tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Yang dilawan Prabowo adalah oligarki dan kroni yang ada di pusat kekuasaan. Susah melawan kekuasaan yang sudah dibentuk 10 tahun. Betul-betul berbenturan dengan Jokowi,” kata Ginting.
Ginting juga menduga terdapat pihak-pihak tertentu yang berupaya melindungi kelompok yang memiliki kepentingan dengan cara melemahkan Satgas PKH.
Menurut dia, persoalan hukum yang menjerat Febrie turut menimbulkan dampak psikologis terhadap jajaran yang berada di bawahnya.
“Penangkapan Febrie yang notabene adalah kepala Satgas PKH membuat jajaran di bawahnya lemas. Terbukti setelah itu tidak ada lagi tindakan berarti dari Satgas PKH,” ujarnya.
Meski demikian, Ginting menilai persoalan tersebut belum tentu berhenti pada Febrie. Ia memperkirakan masih terdapat figur lain yang berpotensi menghadapi tekanan dari kelompok yang berkepentingan terhadap kebijakan pemberantasan korupsi dan penertiban sumber daya alam.
“Makanya menurut saya sasaran selanjutnya adalah kepala PPATK. Saya rasa Prabowo sudah tahu,” ujar Ginting.
Saat ini, PPATK dipimpin Ivan Yustiavandana. Berdasarkan profil resmi PPATK, Ivan telah memimpin lembaga intelijen keuangan tersebut sejak 2021 dan memiliki pengalaman panjang dalam bidang analisis serta penelusuran transaksi keuangan.
Pernyataan Selamat Ginting tersebut merupakan analisis dan prediksi politik yang disampaikannya dalam forum diskusi. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi yang menunjukkan bahwa Ivan Yustiavandana telah menjadi tersangka atau menghadapi perkara hukum sebagaimana yang dialami Febrie Adriansyah.
ACN/Indah/RED
