ACTUALNEWS.ID, JAKARTA – Jemaat Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Duta Kasih menggelar perayaan Hari Nasional Kaum Wanita GSJA 2026 pada Minggu, 25 Oktober 2026. Mengusung tema “Maximize: Hidup Sepenuh Potensi dalam Tuhan”, kegiatan ini menjadi momentum bagi kaum wanita untuk semakin menyadari potensi, mengembangkan karunia, serta memanfaatkan waktu dan kesempatan yang Tuhan percayakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Kartika Made dari Gereja Betlehem Bogor, yang biasa mengajar konseling pranikah, menyampaikan pesan rohani mengenai pentingnya menjalani kehidupan secara maksimal sesuai dengan kehendak Tuhan.
Ia menjelaskan bahwa maximize berarti memaksimalkan sesuatu hingga mencapai potensi penuh atau optimal. Namun, memaksimalkan hidup bukan sekadar mengejar ambisi duniawi, melainkan mengoptimalkan setiap potensi, karunia, dan kesempatan yang telah Tuhan berikan agar kehidupan menjadi berkat serta membawa kemuliaan bagi-Nya.

Dalam pemaparannya, Sri Kartika menekankan tiga hal utama yang perlu diperhatikan setiap orang percaya, yakni memaksimalkan kehidupan, memaksimalkan karunia, serta memaksimalkan waktu dan kesempatan.
Memaksimalkan Kehidupan dengan Kesungguhan
Mengawali pesannya, Sri Kartika mengangkat firman Tuhan dari Pengkhotbah 9:10 yang mengingatkan agar setiap pekerjaan yang dijumpai tangan dikerjakan dengan sekuat tenaga.
Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap tanggung jawab harus dijalankan dengan kesungguhan, bukan setengah hati. Sikap asal-asalan dalam bekerja dapat menghambat seseorang untuk mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya.
Ia juga menguraikan sejumlah faktor yang dapat membuat seseorang tidak menjalani hidup secara maksimal. Di antaranya, tidak memiliki tujuan yang jelas, terbiasa bekerja dengan standar biasa-biasa saja, suka menunda pekerjaan, takut gagal ketika hendak memulai sesuatu, kurang disiplin, serta tidak konsisten dalam menjalankan tanggung jawab.
Disiplin, lanjutnya, memiliki peran penting dalam membentuk kehidupan yang lebih teratur. Dengan disiplin, seseorang dapat menggunakan waktu secara efisien, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, membangun rasa percaya diri, dan menjaga pola hidup yang lebih sehat.
Pesan yang ditekankan adalah bahwa hasil kehidupan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dikerjakan, tetapi juga oleh bagaimana seseorang mengerjakannya.
“Segala sesuatu yang biasa-biasa saja, bila dikerjakan dengan cara luar biasa, hasilnya bisa menjadi luar biasa. Sebaliknya, sesuatu yang luar biasa sekalipun, jika dikerjakan dengan cara biasa-biasa saja, hasilnya bisa menjadi biasa-biasa saja,” demikian inti pesan yang disampaikan.
Karena itu, setiap orang didorong untuk memiliki tujuan yang jelas, berani memulai, terus belajar, dan konsisten dalam melakukan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya.
Mengembangkan Karunia untuk Melayani Tuhan
Poin kedua yang disampaikan Sri Kartika adalah pentingnya memaksimalkan karunia yang telah Tuhan berikan kepada setiap orang.
Ia mengutip 1 Timotius 4:14 yang mengingatkan agar orang percaya tidak lalai menggunakan karunia yang ada pada dirinya.
Setiap orang memiliki karunia dan kemampuan yang berbeda. Perbedaan tersebut bukan alasan untuk merasa rendah diri atau membandingkan diri dengan orang lain, melainkan kesempatan untuk saling melengkapi dan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Karunia yang dimiliki tidak seharusnya dibiarkan begitu saja. Karunia perlu dikembangkan, dilatih, dan digunakan untuk melayani Tuhan serta menjadi berkat bagi sesama.
Sri Kartika juga mengingatkan pesan dalam 2 Timotius 1:6, ketika Rasul Paulus menasihati Timotius untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padanya.
Karunia itu diibaratkan seperti api yang perlu terus dijaga dan ditiup agar tetap menyala. Demikian pula dengan kemampuan dan talenta yang dimiliki seseorang, semuanya membutuhkan kesetiaan, latihan, keberanian, dan komitmen untuk terus bertumbuh.
Melalui pesan tersebut, jemaat diajak untuk tidak menyia-nyiakan potensi yang dimiliki. Kesetiaan dalam melakukan hal-hal kecil merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan menuju tanggung jawab yang lebih besar.
Memaksimalkan Waktu dan Kesempatan
Poin ketiga adalah menggunakan waktu dan kesempatan dengan bijaksana.
Mengacu pada Pengkhotbah 9:10 dan Efesus 5:16, Sri Kartika mengingatkan bahwa waktu merupakan bagian penting dalam kehidupan yang tidak boleh disia-siakan. Setiap kesempatan yang hadir perlu dipergunakan dengan baik, sebab kehidupan manusia memiliki keterbatasan.
Karena itu, orang percaya perlu menentukan prioritas berdasarkan kehendak Tuhan. Kesibukan sehari-hari hendaknya tidak membuat seseorang kehilangan arah atau melupakan hal-hal yang memiliki nilai penting dalam kehidupan, baik dalam keluarga, pelayanan, pekerjaan, maupun hubungan dengan sesama.
Memaksimalkan waktu juga berarti mampu membedakan mana yang menjadi prioritas dan mana yang hanya menghabiskan energi tanpa memberikan dampak berarti.
Lebih dari itu, waktu dan kesempatan dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik kepada anak-anak dan orang-orang di sekitar. Nilai-nilai tersebut bukan hanya disampaikan melalui kata-kata, melainkan juga melalui teladan, sikap, kedisiplinan, dan kesetiaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Hidup Maksimal, Menjadi Berkat bagi Sesama
Melalui tema “Maximize: Hidup Sepenuh Potensi dalam Tuhan”, perayaan Hari Nasional Kaum Wanita GSJA 2026 mengingatkan bahwa kehidupan yang maksimal tidak semata-mata diukur dari pencapaian materi, jabatan, atau pengakuan manusia.
Kehidupan yang maksimal adalah kehidupan yang dijalani dengan tujuan yang benar, karunia yang dikembangkan, waktu yang digunakan secara bijaksana, serta hati yang tetap tertuju kepada Tuhan.
Pesan ini menjadi dorongan bagi kaum wanita untuk terus bertumbuh, berani mengembangkan potensi, setia dalam pelayanan, dan menghadirkan dampak positif bagi keluarga, gereja, serta masyarakat.
Dengan demikian, setiap kemampuan dan kesempatan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi sarana untuk menyatakan kasih Tuhan dan membawa berkat bagi banyak orang.
Sebab, memaksimalkan hidup bukan sekadar melakukan lebih banyak hal, melainkan melakukan setiap hal yang dipercayakan Tuhan dengan kesungguhan, kesetiaan, dan tujuan yang benar.
REDAKSI ACTUALNEWS.ID TERDEPAN DAN TERPERCAYA
