ACTUALNEWS.ID, JAKARTA – Panggilan untuk melayani Tuhan tidak hanya diperuntukkan bagi pendeta atau hamba Tuhan, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap orang percaya. Pesan penuh makna tersebut disampaikan Pdm. Sherly dalam ibadah Minggu Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Duta Kasih yang berlangsung di Kompleks Duta Mas, Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (11/10/2026).
Mengangkat tema “MISI”, Pdm. Sherly Sage mengajak seluruh jemaat untuk memahami bahwa kehidupan sebagai pengikut Kristus bukan sekadar menjalankan rutinitas ibadah, melainkan menghadirkan kasih Tuhan melalui perkataan, sikap, pelayanan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khotbahnya, Pdm. Sherly Sage menegaskan bahwa setiap orang percaya memiliki panggilan untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, khususnya memberitakan kabar keselamatan dan menjadi berkat bagi sesama.
Pesan tersebut berlandaskan firman Tuhan dalam Yesaya 6:8:
“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? Maka sahutku: Ini aku, utuslah aku!”
Menurut Pdm. Sherly Sage, ayat tersebut mengajarkan bahwa sebuah misi besar selalu dimulai dari hati yang bersedia menjawab panggilan Tuhan.
Tuhan tidak hanya mencari orang yang memiliki kemampuan luar biasa, tetapi juga mereka yang mempunyai kerelaan hati untuk dipakai menjadi alat-Nya.
“Setiap orang percaya dipanggil untuk bermisi. Tuhan mengajak kita semua terlibat dalam penginjilan, bukan hanya hamba Tuhan, tetapi setiap pribadi yang telah menerima kasih dan keselamatan dari-Nya,” demikian inti pesan yang disampaikan Pdm. Sherly Sage dalam khotbahnya.
Misi Penginjilan Dimulai dari Pertumbuhan Iman dan Karakter Kristus
Lebih jauh, Pdm. Sherly Sage menjelaskan bahwa penginjilan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan rohani seseorang. Jemaat diajak untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa dalam iman dan menghasilkan buah melalui karakter Kristus.
Kehidupan yang dipimpin Roh Kudus menjadi landasan penting agar setiap orang percaya mampu menghadirkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, dan kebaikan di tengah masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat sejumlah langkah yang perlu dibangun dalam kehidupan orang percaya, mulai dari memperkuat hubungan pribadi dengan Tuhan melalui doa, pembacaan firman, dan penyembahan setiap hari.
Selain itu, keluarga juga diharapkan menjadi tempat pertama untuk memancarkan kasih dan damai sejahtera, sebelum nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Pelayanan yang tulus, penuh kasih, dan membawa dampak positif bagi sesama merupakan bagian penting dari misi yang dipercayakan Tuhan kepada umat-Nya.
Dengan demikian, penginjilan bukan hanya berbicara mengenai penyampaian firman, melainkan juga tentang bagaimana kehidupan seseorang dapat menjadi kesaksian yang mencerminkan karakter Kristus.
Yesus Kristus Menjadi Teladan Utama dalam Menjalankan Misi
Dalam penyampaian firman Tuhan, Pdm. Sherly Sage juga mengingatkan bahwa Yesus Kristus sendiri datang ke dunia dengan sebuah misi besar, yakni mencari dan menyelamatkan manusia yang terhilang melalui karya penebusan-Nya di kayu salib.
Hal tersebut ditegaskan dalam Lukas 19:10:
“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Selain membawa keselamatan, Yesus juga menjalankan misi untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada banyak orang.
Sebagaimana tertulis dalam Lukas 4:43:
“Tetapi Ia berkata kepada mereka: Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
Pdm. Sherly Sage menjelaskan bahwa misi tersebut tidak berhenti ketika Yesus menyelesaikan pelayanan-Nya di dunia. Sebaliknya, Yesus memberikan amanat kepada murid-murid-Nya untuk melanjutkan pemberitaan Injil kepada seluruh bangsa.
Amanat itu tertuang dalam Matius 28:19, yang memerintahkan para pengikut Kristus untuk pergi, menjadikan semua bangsa murid-Nya, serta membaptis mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Melalui pesan tersebut, jemaat diingatkan bahwa tanggung jawab meneruskan misi Kristus tetap relevan hingga saat ini.
Penginjilan Bukan Sekadar Kata-Kata, tetapi Kasih dalam Tindakan Nyata
Salah satu pesan yang menjadi perhatian dalam khotbah tersebut adalah pentingnya menghadirkan misi penginjilan melalui tindakan sederhana yang membawa manfaat bagi orang lain.
Pdm. Sherly Sage menjelaskan bahwa pelayanan kepada Tuhan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar atau perjalanan misi ke tempat yang jauh.
Membantu masyarakat yang membutuhkan, memberikan pakaian yang masih layak pakai, menyumbangkan buku, hingga menunjukkan kepedulian terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan merupakan bentuk pelayanan kasih yang dapat dilakukan siapa saja.
Tindakan tersebut juga dikenal sebagai pelayanan diakonia, yakni pelayanan yang diwujudkan melalui kepedulian dan bantuan nyata kepada sesama.
Melalui langkah-langkah sederhana itu, jemaat dapat menjadi saluran berkat sekaligus memperlihatkan kasih Kristus kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Pdm. Sherly Sage juga mengingatkan bahwa misi dapat dijalankan melalui doa, pemberitaan Injil, keteladanan hidup, serta kerja sama seluruh anggota gereja.
Karena itu, kesatuan dan kebersamaan jemaat menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang berdampak.
Gereja diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk beribadah, tetapi juga hadir sebagai wadah yang membawa harapan, pertolongan, dan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.
Tidak Harus Menjangkau Seluruh Dunia, Mulailah dari Satu Jiwa
Menjelang akhir khotbah, Pdm. Sherly Sage menyampaikan pesan yang sederhana namun memiliki makna mendalam bagi kehidupan orang percaya.
“Mungkin kita tidak bisa menjangkau seluruh dunia, tetapi kita bisa menjangkau satu jiwa di sekitar kita.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah misi tidak selalu diukur dari seberapa luas wilayah yang dijangkau atau seberapa banyak orang yang dilayani.
Satu tindakan kasih, satu doa yang tulus, maupun satu pribadi yang dikuatkan melalui kesaksian hidup dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Oleh karena itu, setiap jemaat diajak untuk tidak menunda kesempatan melayani Tuhan hanya karena merasa belum memiliki kemampuan, pengalaman, atau sumber daya yang cukup.
Sebaliknya, kesediaan hati, iman, dan ketergantungan kepada Roh Kudus menjadi kekuatan utama dalam menjalankan panggilan tersebut.
“Mari kita bekerja untuk Tuhan. Mintalah Roh Kudus untuk memampukan kita menjalankan misi dari Tuhan. Amin, Tuhan memberkati,” menjadi pesan penutup Pdm. Sherly kepada jemaat.
Melalui ibadah Minggu bertema “MISI” ini, GSJA Duta Kasih kembali mengingatkan pentingnya membangun kehidupan iman yang tidak berhenti di dalam gedung gereja, tetapi terus bertumbuh dan menghasilkan buah di tengah kehidupan masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, misi penginjilan bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang pergi memberitakan firman Tuhan, melainkan juga seberapa besar kasih Kristus dapat dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekitarnya.
Ketika iman diwujudkan melalui kasih dan tindakan nyata, di situlah misi Kristus mulai bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
(Redaksi ACTUALNEWS.ID)
