Sumatera Utara, Actual News — Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan Pelatihan Bimbingan Konseling dan Karakter bagi Guru SD se-Kota Gunungsitoli Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Mei 2026.
Kegiatan ini mendapat apresiasi luas karena dinilai menjadi langkah nyata Dinas Pendidikan dalam mendorong lahirnya guru-guru hebat yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga mampu membangun karakter, kesehatan sosial emosional, dan potensi peserta didik. Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli dinilai berhasil menghadirkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan guru masa kini. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh persoalan nyata yang dihadapi guru di sekolah sehari-hari.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Universitas Nias dengan pendekatan interaktif melalui diskusi, simulasi kasus siswa, role play, refleksi pengalaman guru, hingga praktik penanganan peserta didik di sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali berbagai materi penting seperti pendekatan layanan BK berbasis potensi, pengelolaan emosi siswa, pendidikan karakter, pendidikan inklusif, penanganan kasus peserta didik, hingga strategi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan.
Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta adalah konsep “7 Jurus Guru Hebat”, yang menekankan pentingnya guru mengenali potensi siswa, mengelola emosi, membangun koneksi positif, menumbuhkan resiliensi, menjaga konsistensi, membangun kolaborasi, serta menata situasi belajar yang sehat dan mendukung perkembangan anak.
Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Arlin Laoli, dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelatihan berjalan dengan baik dan mendapat antusias tinggi dari peserta.Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Dinas Pendidikan dalam memperkuat kapasitas guru agar mampu menjawab perubahan dan tantangan dunia pendidikan saat ini.
“Guru hari ini tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga memahami kondisi peserta didik secara menyeluruh. Karena itu penguatan kapasitas guru dalam layanan BK dan pendidikan karakter menjadi sangat penting,” ujarnya.
Pada akhir kegiatan juga diumumkan lima peserta terbaik selama pelatihan, yakni Triska Revinda Hari Minggu dari SDS Lentera Harapan Gunungsitoli, Aristian Waruwu, S.Pd dari UPTD SD Negeri 074041 Lolomboli, Onesimus Iman Eli Zebua dari SD Negeri 071076 Ombolata, Faeryani Batee dari SDN 077290 Loloanaa Idanoi, dan Mawartus Daeli dari UPTD SD N 075018 Afilaza.
Mewakili peserta, Onesimus Iman Eli Zebua menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi guru.Menurutnya, melalui pelatihan tersebut para guru semakin memahami pentingnya pendekatan kepada siswa yang tidak hanya melihat masalah, tetapi juga berfokus pada potensi yang dimiliki setiap anak.
Sementara itu, Justin Lase mewakili narasumber memberikan apresiasi terhadap langkah progresif Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli yang terus menghadirkan program pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan.“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan memiliki perhatian serius terhadap penguatan kualitas guru. Ini bukan hanya tentang pelatihan, tetapi tentang membangun pendidikan yang lebih humanis dan berpihak pada perkembangan peserta didik,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli. Dalam arahannya, beliau berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli dinilai tidak hanya mendorong peningkatan kompetensi guru, tetapi juga sedang membangun fondasi pendidikan yang lebih kuat melalui lahirnya guru-guru hebat yang mampu menjadi pendidik, pendamping, dan penggerak perubahan bagi peserta didik.
