Botol Plastik Jadi Sembako: Revibes Ubah Limbah Jadi Berkah Lewat Aplikasi Digital di MTsN 36 Jakarta

ACTUALNEWS.ID Jakarta, [24/09/2026] – Penumpukan sampah di TPA dan penyebaran mikro plastik melalui makanan, air dan udara menciptakan berbagai masalah lingkungan seperti banjir dan masalah kesehatan. Hal ini mendorong Revibes mengambil langkah nyata dengan meluncurkan program Revibes Collection Point, gerakan pengumpulan limbah botol plastik berbasis digital, yang saat ini sudah tersebar di 5 lokasi di area Jakarta dan Tangerang.

Carissa Handrian, founder Revibes menjelaskan bahwa teknologi dan digitalisasi bisa menjadi jembatan kuat untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya terkait limbah plastik, baik di skala lokal maupun global. Revibes menargetkan untuk mempunyai setidaknya 15 Collection Point dalam 1 tahun kedepan di sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat di area padat penduduk.

“Acara pada hari ini sekaligus menandai 1 siklus penuh dari Gerakan Revibes di sekolah MTsN 36. Kita memulai Gerakan ini melalui acara bakti sosial melalui pemeriksaan dan pemberian kacamata gratis di Desember 2025 yang lalu. Setelah itu, secara mandiri, para user melakukan daily check in di aplikasi Revibes yang memberikan edukasi tentang finansial, ekonomi dan keberlanjutan (sustainability). Pada 17 September yang lalu, Revibes hadir untuk mengapresiasi most active users di sekolah MTsN 36 melalui penukaran Revibes point menjadi sembako. Kemudian Gerakan Revibes ini dilanjutkan kembali melalui pengumpulan botol plastik secara mandiri dan berkelanjutan yang kita rayakan pada hari ini dengan memberikan Revibes Point dan Rewards juga,” ujar Carissa Handrian.

Sistem pengumpulan yang dirancang secara digital melalui fitur di aplikasi Revibes ini dibuat sangat ramah pengguna, sehingga para siswa, guru, dan staf di sekolah MTsN 36 dapat berpartisipasi dengan mudah. Hanya dalam periode 1 minggu, Revibes Collection Point di sekolah MTsN 36 sudah berhasil mengumpulkan hampir 300 botol plastik bekas.

Carissa Handrian menambahkan, “Kami ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap sampah di sekitar mereka. Melalui Collection Point di sekolah MTsN 36 ini, kami mengenalkan praktik ekonomi sirkular berbasis digital sejak dini. Botol plastik bekas pakai ini sebenarnya adalah aset. Jika dikumpulkan dan dikelola lewat sistem digital yang kami bangun, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh komunitas yang membutuhkan dan bahkan bisa mendukung riset ilmiah, bukannya malah menumpuk dan menciptakan masalah lingkungan yang lebih besar.”

Botol plastik diubah dari limbah menjadi berkah melalui Aplikasi Revibes. Selain menjadi sumber pendanaan untuk gerakan ekonomi dan sosial berkelanjutan, gerakan ini juga menggabungkan edukasi finansial, ekonomi dan keberlanjutan, serta menanamkan semangat berani memulai, kemandirian dan inovasi jangka panjang bagi generasi muda dan komunitas masyarakat agar terus peduli terhadap lingkungan sekitar mereka.

Tentang Revibes:

Revibes adalah organisasi non-pemerintah yang bergerak untuk menginspirasi masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan berani melakukan perubahan. Melalui pemanfaatan teknologi, Revibes fokus dalam menerapkan ekonomi sirkular berbasis digital, menunjukkan bahwa limbah plastik rumah tangga dan sekolah bisa diubah menjadi pendorong dana komunitas dan bahan riset sains, bukan sekadar sampah yang menumpuk di TPA.ACN/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles