AL IQRA: HMI JENEPONTO DI UJUNG KRISIS,PENYELAMATAN ORGANISASI HARUS JADI PRIORITAS!

0
3

ACTUALNEWS.ID Jeneponto 3 November 2026 – Ketua Komisariat STKIP Yapti HMI Cabang Jeneponto, Al Iqra, menyoroti kondisi internal HMI Cabang Jeneponto yang dinilainya tengah berada dalam situasi krisis organisasi. Ia menegaskan bahwa penyelamatan himpunan harus menjadi prioritas utama dibandingkan mempertahankan jabatan maupun kepentingan segelintir orang.

Menurut Al Iqra, kondisi HMI Cabang Jeneponto tidak boleh terus dibiarkan terjebak dalam kevakuman, lemahnya konsolidasi, minimnya aktivitas organisasi, serta hilangnya arah perjuangan. Organisasi sebesar HMI seharusnya menjadi ruang perkaderan dan perjuangan, bukan justru kehilangan identitas dan eksistensinya akibat persoalan kepemimpinan.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada Ketua Umum HMI Cabang Jeneponto, Gunawan DBG. Muncul dugaan dan kritik dari kalangan komisariat bahwa Ketua Umum terlalu disibukkan dengan urusan proyek sehingga tanggung jawab terhadap organisasi dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Jika dugaan tersebut benar, tentu menjadi persoalan serius yang harus dijawab secara terbuka. Sebab, jabatan Ketua Umum bukan sekadar gelar struktural, melainkan amanah yang menuntut kehadiran, tanggung jawab, kepemimpinan, dan komitmen terhadap keberlangsungan organisasi.

Jangan sampai organisasi kehilangan arah karena pemimpinnya justru lebih disibukkan dengan urusan di luar tanggung jawab himpunan. HMI tidak boleh dijadikan tempat singgah untuk kepentingan pribadi, sementara kader dan komisariat harus menanggung akibat dari lemahnya pengelolaan organisasi.

Al Iqra menegaskan bahwa mosi tidak percaya yang berkembang di kalangan komisariat harus dibaca sebagai alarm serius atas kondisi internal HMI Cabang Jeneponto. Ini bukan sekadar persoalan perbedaan pendapat, melainkan momentum evaluasi terhadap kepemimpinan dan keberlangsungan roda organisasi.

Penyelamatan HMI Cabang Jeneponto harus dilakukan melalui langkah-langkah yang bertanggung jawab, berdasarkan konstitusi HMI, serta mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan personal maupun kelompok.

HMI bukan milik Ketua Umum, bukan milik Sekretaris Umum, dan bukan pula milik Bendahara Umum. HMI adalah milik seluruh kader yang memiliki tanggung jawab menjaga marwah, identitas, dan keberlangsungan perjuangannya.

Kini pertanyaannya: sampai kapan HMI Cabang Jeneponto harus dibiarkan berada dalam situasi seperti ini?

Jangan tunggu organisasi benar-benar lumpuh baru kemudian semua pihak sadar bahwa HMI sedang kehilangan arah. ACN/Asriel/RED

SELAMATKAN ORGANISASI! PULIHKAN MARWAH HMI CABANG JENEPONTO!