Jeritan Pedagang Ikan Hias Cengkareng, Sudin KPKP Tidak Ada Solusi, Begini Kata Pedagang dan Pengunjung

JAKARTA,AN.ID – Sepinya pengunjung pedagang ikan hias di kawasan Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng jalan Cenderawasih, Cengkareng, Jakarta Barat kian menjadi sorotan masyarakat dan para pedagang.

Di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan kondisi pasar yang semakin menantang, para pedagang dan masyarakat menilai peran pengawasan dan pembinaan dari Suku Dinas Ketahanan dan Sudin Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, di bawah Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dan solusi nyata di lapangan.
Padahal, instansi tersebut memiliki mandat penting, mulai dari pengawasan, pemberian bimbingan teknis, hingga promosi hasil perikanan, serta memastikan keamanan dan ketertiban lalu lintas komoditas perikanan.

Bahkan, seharusnya, budidaya, kesehatan ikan, hingga sertifikasi guna menjamin kualitas produk yang beredar di pasar dapat bekerja sama dengan beberapa sektor.

Namun demikian, kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.
Sejumlah pedagang ikan hias di Cengkareng mengaku masih harus berjuang secara mandiri tanpa pendampingan yang memadai.

Mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan teknis perawatan ikan, strategi pemasaran yang efektif, hingga upaya meningkatkan daya tarik pasar di tengah persaingan yang semakin ketat.

Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) turut menyuarakan aspirasi tersebut.
Mereka berharap Sudin KPKP Jakarta Barat tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga hadir sebagai mitra pembina yang aktif dan berkelanjutan.

“Pedagang tidak hanya membutuhkan pengawasan, tetapi juga pendampingan. Kami berharap ada bimbingan terkait perawatan ikan, peningkatan kualitas produk, hingga strategi menarik kembali minat pembeli,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (25/4).

Selain itu, masyarakat mengeluhkan pada kondisi fasilitas di kawasan Tempat Promosi Hasil Perikanan TPHP Cengkareng yang dinilai memerlukan pembenahan.
” Infrastruktur yang mulai menua, penataan area parkir yang belum optimal, serta fasilitas umum seperti toilet dan kantin yang kurang representatif menjadi catatan tersendiri,” ujar Warno penggemar ikan hias.

Hal senada juga dikatakan Gatot warga palmerah, TPHP harus diikuti dengan pembenahan menyeluruh dan pemerintah daerah harus mempunyai solusi.
“Pemda (KPOP) harus mempunyai terobosan berupa solusi terhadap ikan hias,” tandasnya.

Para pedagang juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam hal promosi. Mereka menilai, sebagai kawasan yang sejak awal dirancang sebagai pusat promosi hasil perikanan, TPHP seharusnya mendapatkan dukungan publikasi dan kegiatan promosi yang lebih masif agar kembali dikenal luas oleh masyarakat.

“TPHP ini kan memang tempat promosi hasil ikan. Kami sangat berharap ada dukungan promosi dari pemerintah, baik melalui event, publikasi, maupun program lain, supaya pembeli kembali ramai datang dan usaha kami bisa hidup lagi,” keluh pedagang.

Situasi ini dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha para pelaku usaha kecil di sektor perikanan hias yang selama ini turut menggerakkan perekonomian lokal.
Para pedagang berharap pemerintah, baik di tingkat kota maupun provinsi, dapat segera mengambil langkah konkret, mulai dari peningkatan pembinaan, penguatan promosi, hingga penataan dan revitalisasi kawasan perdagangan ikan hias di Cengkareng.

Tanpa upaya yang terarah dan berkelanjutan, kekhawatiran akan menurunnya aktivitas pasar ikan hias yang dahulu ramai bukanlah hal yang berlebihan.

AN/Rbt/Red

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles