Saturday, February 28, 2026

Pentas Seni hingga Doa Bersama, Jakarta Sambut 2026 dengan Kebersamaan

ACTUALNEWS.ID Jakarta — Menyambut malam pergantian tahun 2026, Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Pentas Seni dan Budaya Reguler bagi Masyarakat yang dipadukan dengan doa lintas agama di Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).

Kegiatan ini menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya Nusantara, mulai dari tarian daerah, lagu-lagu kebangsaan, hingga atraksi seni yang disambut antusias oleh masyarakat. Selain hiburan, acara juga diisi dengan doa bersama lintas agama sebagai wujud refleksi dan penguatan nilai persatuan menjelang tahun baru.

Sejumlah tokoh lintas agama turut hadir dan memimpin doa bersama, di antaranya anggota MUI Jakarta Barat H. Muhammad Dahlan, S.Ag, Pdt. Amos Samosir dari Gereja Sidang Jemaat Kristus, Jacobus Ramuji Raharja dari Paroki St. Thomas Rasul Jakarta Barat, serta perwakilan tokoh agama Konghucu, Hindu, dan Buddha, Romo Rafian.

H. Muhammad Dahlan menyampaikan bahwa doa lintas agama ini juga ditujukan untuk memohon keselamatan dan kekuatan bagi masyarakat yang terdampak musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, panitia mengajak masyarakat untuk menunjukkan empati melalui donasi yang difasilitasi secara digital.

“Di penghujung tahun 2025 menuju 2026, kami bersama-sama memohon kepada Allah agar saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan ketabahan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tertib, menjaga kebersihan, dan bersama-sama menjaga Jakarta,” ujar H. Muhammad Dahlan yang juga anggota FKUB Jakarta Barat.

Sementara itu, Romo Rafian berharap momentum pergantian tahun ini dapat memperkuat semangat toleransi, kebhinekaan, dan cinta tanah air di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Perbedaan adalah kekayaan. Mari kita jaga toleransi, kebhinekaan, dan semangat gotong royong demi Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Biro Dikmental Pemprov DKI Jakarta, Muhammad Rehan, menjelaskan bahwa perayaan tahun baru 2026 digelar secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana. Ia menegaskan bahwa refleksi, doa, dan kepedulian sosial menjadi pesan utama kegiatan tersebut.

“Tahun ini kita menyambut pergantian tahun dengan sederhana. Di saat banyak saudara kita tertimpa musibah, kita memilih untuk berdoa dan berdonasi agar mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan baik,” kata Rehan.ACN/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles