ACTUALNEWS.ID Jakarta — Gerakan sadar budaya 2025 menjadi titik awal lahirnya babak baru kolaborasi kebudayaan antara Budayantara (Etalase Seni Budaya Nusantara) dan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Pertemuan ini menandai kesepahaman kedua belah pihak untuk menutup rangkaian cerita dan capaian kebudayaan sepanjang 2025, sekaligus membuka ruang sinergi baru berbasis budaya.
Silaturahmi tersebut berlangsung di kantor Dinas kebudayaan provinsi DKI Jakarta.“rumah besar” Budayantara sebuah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan media budaya, seni pertunjukan, laboratorium digital, serta film berbasis budaya. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Masdjo Arifin, CEO Budayantara Inovasi Global (BIG), pada Senin (12/1/2006).
Masdjo Arifin menyampaikan bahwa Budayantara hadir sebagai ekosistem budaya yang tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor. “Budaya hari ini membutuhkan ruang temu antara gagasan, teknologi, dan kebijakan. Kolaborasi menjadi kunci,” ujarnya.
Dari pihak pemerintah, Ikhsan selaku perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menilai Budayantara memiliki potensi besar sebagai mitra strategis dalam pengembangan dan pemajuan kebudayaan di Jakarta.
Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi mendalam mengenai program-program kebudayaan serta peluang sinergi konkret yang dapat dikembangkan bersama. Dalam kesempatan tersebut, Budayantara juga memaparkan timeline kebudayaan yang telah disusun, mencakup agenda seni, penguatan ekosistem kreatif, hingga pengembangan konten budaya berbasis digital.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat peran Jakarta sebagai pusat kebudayaan nasional, tetapi juga menjadi contoh praktik baik kolaborasi antara komunitas budaya dan pemerintah dalam menghadapi tantangan kebudayaan di era modern.ACN/DJ/RED
