Warga Muara Angke Terbiasa Hadapi Rob, Begini Penjelasan Kantor Metereologi Maritim Tj Priok

JAKARTA,AN.ID – Jakarta bersiaga menghadapi cuaca ekstrem dan ancaman banjir rob pada April ini. Untuk itu jakarta utara adalah wilayah yang berdampak.

Bani Ketua RW 22 Kelurahan Pluit, Penjaringan, mengungkapkan kesiapan warganya menghadapi Rob.
“Alhamdulilah wilayah RW 22 sebagian sekitar 70% sudah aman terkait banjir karena pemerintah sudah membangun jalan tanggul mitigasi banjir tapi masi ada sekitar 30 % warga kami yang berada di pinggir laut dan pinggir kali masih merasa terancam terkait banjir harapannya adalah untuk memaksimalkan banjir tersebut agar supaya di percepat pembangunan NCICD tanggul kali agar warga bisa aman dan bisa beraktivitas seperti warga warga yang lainnya, terkait informasi banjir kami mendapatkan sosialisasi dari BPBD, BMKG dan penanggulangannya dari TAGANA Pemda DKI Jakarta.
Jadi warga Muara Angke sekitarnya sudah memahami langkah yang diambil bila ada peringatan dari BMKG,” ujarnya, Rabu (22/4/2026.

Menurut Iman Ketua Tim Data dan Informasi Kantor Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta Utara, bahwa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang dipicu oleh fenomena pasang maksimum air laut. Kondisi ini terjadi akibat bersamaan dengan fase bulan baru dan posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi (perigee) dan
Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok memprakirakan bahwa puncak pasang maksimum berlangsung pada pukul 22.00 hingga 02.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, ketinggian air laut berpotensi meningkat dan menggenangi sejumlah wilayah pesisir.

“Puncak pasang sekitar pukul 22:00 sampai 2:00 WIB,” katanya.

Sumber BPBD DKI Jakarta

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak, masihnya, meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, serta Tanjung Priok.

“Banjir rob ini diperkirakan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan dan permukiman pesisir. Kegiatan bongkar muat, aktivitas perikanan darat, serta mobilitas warga berpotensi mengalami hambatan akibat genangan air,” terangnya.

Untuk itu, masihnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah antisipasi, antara lain meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut, menghindari aktivitas di area pesisir saat pasang tinggi, memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik, serta terus memantau informasi dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

“Dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan yang baik, diharapkan dampak banjir rob dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman,” tandasnya.

A/N/RBT/red

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles