Warga Kareloe Tolak Wacana Pembangunan Batalyon TNI Khawatir Lahan Produktif Terancam

ACTUALNEWS.ID JENEPONTO – Wacana pembangunan Batalyon Infanteri di Desa Kareloe, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto mendapat penolakan dari masyarakat dan petani setempat. Penolakan tersebut disampaikan melalui aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Jeneponto, Rabu (10/6/2026).

Masyarakat menilai rencana pembangunan tersebut dapat berdampak terhadap keberlangsungan lahan produktif yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga. Para petani mengungkapkan kekhawatiran apabila lahan pertanian yang mereka kelola nantinya dialihfungsikan.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat Kareloe sangat bergantung pada sektor pertanian. Mereka berharap pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pembangunan tersebut agar tidak merugikan masyarakat.

“Lahan produktif ini menjadi tumpuan ekonomi warga. Jika pembangunan tetap dilanjutkan tanpa solusi yang jelas, masyarakat siap melakukan aksi yang lebih besar,” ujar salah seorang perwakilan warga.

Dalam aksi tersebut, para demonstran diterima oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Jeneponto, Mustakin, karena sejumlah anggota DPRD sedang melaksanakan kegiatan dinas di luar daerah. Aspirasi masyarakat kemudian disampaikan untuk diteruskan kepada Ketua DPRD serta seluruh komisi yang ada di DPRD Jeneponto.

Mustakin mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti penyampaian aspirasi masyarakat sesuai mekanisme lembaga DPRD.

Sementara itu, masyarakat Desa Kareloe menyatakan akan kembali melakukan aksi demonstrasi dalam waktu sekitar dua minggu ke depan apabila belum ada kejelasan terkait penolakan pembangunan Batalyon Infanteri tersebut.

Pelaksanaan aksi berjalan dengan pengawalan aparat keamanan dari Polres Jeneponto. Jajaran Sat Intelkam di bawah pimpinan Kasat Intelkam Suprahmono, S.H., bersama personel Satlantas Polres Jeneponto melakukan pengamanan dan pengawasan agar kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Masyarakat berharap pemerintah dapat membuka ruang dialog dan mencari solusi terbaik yang tetap memperhatikan kepentingan pertahanan serta keberlangsungan ekonomi warga setempat.(Asriel)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles