ACTUALNEWS.ID JAKARTA – Maluku Utara Bersatu (MUB) menyoroti persoalan pemerataan pembangunan dan besaran Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Organisasi tersebut mempertanyakan besarnya nilai ekspor komoditas tambang dari Maluku Utara dibandingkan dengan dana yang disebut diterima pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Maluku Utara Bersatu (MUB), O.H. Sero, dalam acara silaturahmi dan rapat umum DPP MUB sekaligus peringatan hari jadi ke-6 MUB yang digelar di salah satu kafe di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
O.H. Sero menyebut nilai ekspor hasil tambang Maluku Utara mencapai sekitar Rp243 triliun. Namun, menurut dia, dana yang dibagikan pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara hanya sekitar Rp317 miliar.
“Kami merasa ada penipuan PempuS kepada kami masyarakat Malut, maka itu kami minta kepada Presiden RI Bapak H PRABOWO SUBIANTO. DBH ke Pemprov Malut harusnya 11 Triliun, agar Pemprov bisa membangun Infrastruktur yang merata sampai ke pelosok-pelosok desa yang ada di Halmahera,” ucapnya.
Menurut O.H. Sero, pemerataan pembangunan masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Maluku Utara. Ia mencontohkan beberapa kecamatan di Halmahera yang hingga kini dinilai masih minim infrastruktur dasar.
“Apalagi di Kecamatan Loloda Selatan, Loloda Tengah, Loloda Utara & Kec Loloda Kepulauan, sampai 81 tahun Indonesia Merdeka, tidak ada fasilitas jalan aspal & jembatan yang menghubungkan dari satu desa ke desa lain,” beber O.H. Sero.
Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur di Maluku Utara, khususnya wilayah-wilayah yang selama ini masih sulit dijangkau.
Selain membahas persoalan pembangunan dan DBH, kegiatan silaturahmi dan rapat umum DPP MUB tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antaranggota organisasi. Acara dihadiri pengurus serta perwakilan DPW dan DPD MUB dari berbagai daerah di wilayah Jabodetabek.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan acara hiburan dan karaoke bersama.
O.H. Sero juga menegaskan bahwa MUB ke depan di hari ulangtahun ke -6 diharapkan semakin solid dan mampu memberikan kepedulian kepada masyarakat Maluku Utara yang berada di perantauan, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.
“Kedepan diharapkan Maluku Utara Bersatu lebih solid dan peduli kepada masyarakat Maluku Utara yang merantau ke Jakarta jika ada yang sakit atau meninggal untuk segera hadir,” ucapnya.
Sementara itu, Yochen Amos Dewan pengawas ( Dewas) sekaligus pencipta lagu ormas Maluku Utara Bersatu (MUB) menyampaikan bahwa organisasi tersebut dibangun sebagai wadah untuk menyatukan masyarakat Maluku Utara tanpa membedakan latar belakang.
“Maluku Utara sudah bersatu, tidak ada lagi perbedaan dan kita sudah menjadi satu di Maluku Utara Bersatu, yang terbentuk di tahun 2020 yang waktu itu masih sedikit keanggotaannya, dan sekarang sudah banyak yang bergabung,” ujarnya.
Ia menambahkan, MUB memiliki visi dan misi untuk mempererat persaudaraan antarsesama masyarakat Maluku Utara.
“Karena di organisasi Maluku Utara Bersatu visi misinya kita mencari saudara dan satu hati. Karena pada dasarnya pengurus atau ketua umum hanya sebagai jabatan, jika ada yang ingin bertanya terkait Maluku Utara Bersatu langsung tanyakan saja ke ketua umum O.H. Sero,” ujar Yochen
Melalui momentum hari jadi ke-6 tersebut, MUB berharap soliditas organisasi semakin kuat dan keberadaannya dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat Maluku Utara di daerah maupun mereka yang berada di perantauan.*/ACN/RED
