Stop Bully Online dan Offline, SMP Negeri 1 Lotu Gelar Seminar Edukatif bagi Seluruh Siswa

SMP Negeri 1 Lotu, Kabupaten Nias Utara, menggelar seminar edukatif bertajuk “Stop Bully Online dan Offline” yang diikuti oleh seluruh siswa sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Sekolah Yunieli Zalukhu, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa persoalan bullying masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan perlu menjadi perhatian bersama.

“Masalah bully sering terjadi di sekolah, baik dalam bentuk ejekan, pengucilan, maupun melalui media sosial. Karena itu, siswa harus diberikan pemahaman agar mampu saling menghargai dan menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat,” ujarnya di hadapan para peserta seminar.

Seminar berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber Justin Foera-era Lase S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D., C.PS., C.MTr. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa bullying bukan persoalan kecil yang dapat dianggap sekadar candaan biasa.

“Masalah bully bukan masalah sepele. Banyak anak kehilangan rasa percaya diri, takut datang ke sekolah, bahkan mengalami tekanan psikologis karena menjadi korban perundungan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari bullying verbal seperti mengejek dan menghina, bullying fisik, pengucilan sosial, hingga cyberbullying melalui media sosial dan grup percakapan digital.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan interaktif, narasumber mengajak para siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap bullying. Para peserta juga diajak mengikuti diskusi, simulasi kasus, serta refleksi mengenai dampak buruk perundungan terhadap korban.

Suasana seminar semakin hidup ketika siswa diajak membedakan antara candaan dan tindakan bullying. Banyak siswa tampak antusias menjawab pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai perilaku yang sering terjadi dalam lingkungan pergaulan mereka.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap seluruh siswa semakin memahami pentingnya menghargai sesama, menjaga ucapan, serta menggunakan media sosial secara bijak.

Kegiatan kemudian ditutup dengan deklarasi bersama anti bullying, di mana seluruh siswa menyatakan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan saling menghormati.

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles