ACTUALNEWS.ID Jakarta — Semangat kemerdekaan mewarnai Kantor Pusat Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) di Jalan Imam Bonjol No. 58, Jakarta, Senin (17/8/2026). Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, KOWANI tidak hanya menghadirkan suasana penuh keceriaan, tetapi juga menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan mengikuti upacara bendera peringatan HUT ke-81 RI secara langsung dari Istana Negara melalui siaran langsung. Setelah itu, suasana berubah semarak dengan berbagai perlombaan khas kemerdekaan, senam bersama hingga line dance yang diikuti jajaran pengurus dan anggota KOWANI.
Ketua Umum KOWANI periode 2024–2029, Nannie Hadi Tjahjanto, mengatakan peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum bagi perempuan Indonesia untuk semakin mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa.
“Sekarang bagaimana perempuan-perempuan harus lebih menjadi pilar bangsa, melahirkan generasi penerus yang bisa mengisi Indonesia di masa depan,” ujar Nannie.
Menurut Nannie, perempuan memiliki posisi penting dalam membentuk kualitas generasi penerus. Karena itu, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kontribusi nyata dalam berbagai sektor, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, hingga perlindungan generasi muda.
“KOWANI hanya menerjemahkan apa yang menjadi program pemerintah. Keberadaan perempuan harus bisa ikut mewujudkan tercapainya Asta Cita program pemerintah,” katanya.
129 Organisasi Perempuan Jadi Kekuatan KOWANI
Komitmen tersebut didukung jaringan KOWANI yang menaungi 129 organisasi perempuan, dengan struktur dan jaringan yang menjangkau hingga tingkat akar rumput.
Jaringan tersebut menjadi kekuatan strategis untuk memperluas kontribusi perempuan sekaligus memastikan berbagai program organisasi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Nannie menegaskan KOWANI akan terus membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan keluarga dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku pembangunan. KOWANI siap menjadi mitra pemerintah dalam mengawal kebijakan yang memperkuat perempuan, keluarga, dan masyarakat,” tegasnya.
Lomba Kemerdekaan Pererat Kebersamaan
Selain membawa pesan kebangsaan, peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan KOWANI juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota.
Berbagai permainan khas kemerdekaan digelar, antara lain makan kerupuk, bola tenis di kepala, balap kelereng, memasukkan kelereng ke dalam botol, joget balon, lomba memakai daster dan makeup, hingga menghias tumpeng merah putih.
Permainan kelompok juga tak kalah meriah, seperti serok camilan, baris-berbaris dengan mata tertutup, memindahkan gundu menggunakan sumpit, serta memasukkan bola pingpong ke dalam gelas.
KOWANI turut menggelar senam bersama dan line dance secara gratis. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari kampanye pola hidup aktif dan sehat.
Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Keluarga
Dalam momentum tersebut, KOWANI juga menaruh perhatian pada pemberdayaan ekonomi perempuan dan keluarga, khususnya melalui penguatan UMKM.
Nannie menyampaikan bahwa penguatan ekonomi keluarga merupakan salah satu ruang strategis bagi perempuan untuk meningkatkan kemandirian sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
KOWANI juga mencermati kebijakan pemerintah melalui PP Nomor 20 Tahun 2026 yang antara lain mengatur bidang Pajak Penghasilan, termasuk ketentuan PPh Final bagi UMKM.
Menurut KOWANI, kebijakan dan program pemberdayaan ekonomi perlu terus disosialisasikan agar pelaku UMKM, termasuk perempuan, dapat memahami dan memanfaatkannya secara tepat.
KOWANI Siap Beri Masukan untuk Program MBG
Tidak hanya sektor ekonomi, KOWANI juga menyatakan kesiapan berkontribusi dalam mendukung sekaligus menyempurnakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nannie menilai aspek keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian bersama agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak penerima.
“Kami hadir untuk memberikan solusi bagaimana supaya tidak terjadi hal-hal seperti yang pernah terjadi. Ada hal-hal yang bisa kami sampaikan, termasuk bagaimana makanan harus segera dikonsumsi dan tidak dibiarkan terlalu lama,” jelasnya.
KOWANI melihat organisasi perempuan dapat berperan dalam memberikan edukasi mengenai keamanan pangan, pola konsumsi makanan dan pengawasan di lingkungan masyarakat.
Kolaborasi dengan sekolah, kantin sekolah, keluarga serta berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memenuhi aspek keamanan dan kualitas pangan.
Berbagai masukan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya mendorong pelaksanaan MBG yang semakin baik.
Tempe Didorong Mendapat Pengakuan UNESCO
KOWANI juga terus mendorong penguatan pangan lokal melalui gerakan memperkenalkan tempe sebagai bagian dari kekayaan budaya sekaligus ketahanan pangan Indonesia.
Tempe dinilai memiliki nilai strategis karena telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia serta memiliki potensi kesehatan dan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.
“Tempe ini khas Indonesia. Kami berharap tempe mendapatkan pengakuan dari UNESCO menjadi warisan budaya takbenda Indonesia,” ujar Nannie.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari visi KOWANI menuju usia 100 tahun. Selain mendorong tempe memperoleh pengakuan UNESCO, KOWANI juga berupaya agar perjalanan dan kontribusi perempuan Indonesia dapat memperoleh pengakuan melalui program Memory of the World UNESCO.
Perempuan Pilar Generasi Masa Depan
Menutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Nannie mengajak perempuan Indonesia untuk terus menjaga kesehatan, keluarga dan persatuan bangsa.
Ia menilai kualitas generasi penerus tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan dalam keluarga maupun masyarakat.
“Perempuan adalah yang melahirkan pemimpin-pemimpin ke depan. Maka mari kita jaga keutuhan dan kesehatan kita, supaya kita semua dapat melahirkan anak-anak bangsa dan pemimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Semarak Kemerdekaan Bersama KOWANI pun tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas, membangun kesadaran hidup sehat, mendorong ketahanan pangan, memperkuat ekonomi keluarga dan menegaskan posisi perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan nasional.
Dengan jaringan 129 organisasi perempuan yang dimiliki, KOWANI menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat perempuan, keluarga, generasi muda, kesehatan, ketahanan pangan serta perekonomian nasional.
ACN/Indah/RED
