Program PKM DPPM Kemendiktisaintek di SD Negeri 078524 Bobozioli Loloanaa Resmi Ditutup

Sumatera Utara, 8 Agustus 2026 – Rangkaian kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 dengan tema “Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Inklusif melalui Penguatan Literasi Sosial dan Nilai-Nilai Pancasila” di SD Negeri 078524 Bobozioli Loloanaa, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, resmi ditutup.

Kegiatan penutupan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tim pelaksana PKM, kepala sekolah, guru, dan seluruh peserta sebagai forum refleksi terhadap pelaksanaan program sekaligus membahas strategi keberlanjutan implementasi Sekolah Ramah Anak Inklusif di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim PKM, Eka Periaman Zai, S.H., M.Pd., menyampaikan materi bertajuk “Pembelajaran Pancasila Berbasis Ramah Anak Inklusif”. Materi tersebut menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran melalui pendekatan yang menghargai keberagaman, menjunjung tinggi hak-hak anak, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik.

Acara penutupan turut dihadiri oleh Dekan FKIP Universitas Nias, Dr. Anugrah Tatema Harefa, S.H., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada keluarga besar SD Negeri 078524 Bobozioli Loloanaa atas kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan program.”Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SD Negeri 078524 Bobozioli Loloanaa atas komitmen dan kerja sama yang baik selama pelaksanaan Program PKM ini. Semoga berbagai inovasi dan pendampingan yang telah dilakukan mampu meningkatkan kualitas sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang ramah anak, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Kami berharap kolaborasi antara Universitas Nias dan sekolah dapat terus berlanjut untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Nias,” ujar Dr. Anugrah Tatema Harefa.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 078524 Bobozioli Loloanaa, Feberlina Hura, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Universitas Nias melalui tim PKM yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan Program PKM DPPM Kemendiktisaintek.”Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Nias dan seluruh tim PKM yang telah mempercayakan SD Negeri 078524 Bobozioli Loloanaa sebagai mitra pelaksanaan program ini. Berbagai pelatihan, pendampingan, serta produk yang dihasilkan sangat membantu guru dalam meningkatkan kompetensi untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak Inklusif. Kami berkomitmen untuk melanjutkan dan mengimplementasikan hasil-hasil program ini secara berkelanjutan,” ungkap Feberlina Hura.

Selama pelaksanaan program, para guru memperoleh penguatan kompetensi mengenai pendidikan inklusif, literasi sosial, dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran. Selain itu, sekolah juga memperoleh berbagai luaran berupa media edukasi, perangkat pembelajaran, serta media kampanye Sekolah Ramah Anak Inklusif yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, diharapkan hasil-hasil Program PKM dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan. Kolaborasi antara Universitas Nias dan SD Negeri 078524 Bobozioli Loloanaa diharapkan menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang inklusif, ramah anak, serta mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles