ACTUALNEWS.ID Jakarta – Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc., menegaskan pentingnya penyaluran zakat produktif untuk memicu pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan usai gelaran Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa 2026: Temu Tokoh Cendekiawan Indonesia di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Peran Zakat Dompet Dhuafa Tingkatkan Kualitas SDM
Agustino mengungkapkan bahwa penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara terukur memiliki daya dorong nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Penyeleksian beasiswa yang ketat memprioritaskan generasi muda kurang mampu namun berprestasi tinggi agar mampu menempuh jenjang akademik tertinggi.
“Dengan zakat dari para muzakki, ini akan meningkatkan kualitas SDM dari teman-teman yang memang secara perekonomian berada dalam keadaan kurang beruntung,” ujar Prof. Agustino Zulys.
Keberkahan Beasiswa dan Ketimpangan Wilayah 3T
Ia membuktikan sendiri efektivitas program beasiswa tersebut. Berangkat dari latar belakang ekonomi terbatas, bantuan pendidikan Dompet Dhuafa telah mengantarkannya bersama sejumlah koleganya meraih gelar profesor di perguruan tinggi ternama.
Namun, ia menyoroti bahwa kemandirian ekonomi berbasis pendidikan unggul mensyaratkan perbaikan ekosistem mendasar, termasuk pemerataan fasilitas sekolah wilayah 3T. Ketimpangan ini terlihat nyata dari minimnya sarana praktikum sains serta gangguan pasokan listrik yang masih dialami sejumlah sekolah unggulan di Papua.
Mendorong Ekosistem Pendidikan Berbasis Solusi
Terkait krisis pengangguran terdidik, Agustino menilai fenomena tersebut tidak menggugurkan korelasi antara kualitas pendidikan dan pertumbuhan ekonomi. Negara-negara maju seperti Jerman dan Cina tetap menjadikan pendidikan sebagai pilar utama kemajuan teknologi meski tantangan ketenagakerjaan tetap ada.
Oleh karena itu, penataan ekosistem pendidikan nasional perlu diarahkan pada pendekatan fun learning sejak usia dini serta pembentukan karakter wirausaha. Kampus harus didorong fokus menciptakan lulusan berjiwa job creator yang mampu memberikan solusi riil atas persoalan energi, kesehatan, dan lingkungan masyarakat.ACN/RED
