ACTUALNEWS.ID, Jakarta — Beredarnya video yang memperlihatkan penurunan bendera Merah Putih serta pencopotan lambang negara Garuda Pancasila di Pendopo Gubernur Aceh menuai kecaman dari berbagai pihak.
Dalam video yang beredar luas di sejumlah platform media sosial, tampak seseorang atau sekelompok orang yang identitasnya belum diketahui melakukan tindakan terhadap simbol-simbol negara di area Pendopo Gubernur Aceh. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (15/8/2026).
Aksi tersebut mendapat sorotan dan kecaman keras dari Ketua Umum Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM), Arya Wedakarna. Melalui sebuah video singkat yang juga beredar di media sosial, Arya meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
“Kami meminta agar negara melalui TNI dan Polri segera turun tangan dan menindaklanjuti peristiwa yang diduga merupakan bentuk pelecehan terhadap simbol negara di Pendopo Aceh pada Kamis (15/8),” ujar Arya dalam video yang beredar, Senin (17/8/2026).
Arya menegaskan bahwa tindakan terhadap simbol-simbol negara tidak dapat dibiarkan tanpa proses hukum yang jelas. Ia meminta TNI dan Polri melakukan penyelidikan secara cepat dan menyeluruh guna mengungkap identitas pihak yang terlibat serta motif di balik kejadian tersebut.
Menurutnya, langkah tegas diperlukan sebagai upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di wilayah lain.
“Sebagai langkah pencegahan, negara harus hadir dan segera memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.
Arya juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menghormati simbol-simbol negara serta menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, identitas pihak yang diduga terlibat dalam video tersebut serta motif di balik aksi penurunan bendera Merah Putih dan pencopotan lambang Garuda masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.
AN/Rbt/Red
