ACTUALNEWS.ID Jakarta 28 Oktober 2026, telah diadakan Pengukuhan Kepengurusan DPP GPM hasil Kongres GPM ke XI di Istana Jembrana Bali tgl 5-6 Juni 2026. Dalam kata sambutannya
Heri Satmoko selaku Ketua Dewan Pembina Pusat GPM megaskan Independensi GPM dan Pentingnya Ideologi dalam Praktik bagi seluruh kader
Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) diseluruh Indonesia.
Heri Satmoko, menegaskan bahwa GPM merupakan organisasi independen yang tidak berada di bawah kendali partai politik mana pun. Menurutnya, arah perjuangan organisasi harus tetap berpedoman pada ajaran Bung Karno dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam membela kaum Marhaen serta menjaga kedaulatan bangsa dan negara.
Heri menyampaikan 5 hal pokok penting yang menurutnya perlu menjadi pegangan bagi seluruh kader GPM dalam menjalankan roda organisasi dan melanjutkan perjuangan Marhaenisme.
- “Gerakan Pemuda Marhaenis adalah organisasi independen, tidak di bawah kendali partai politik mana pun. Komandonya adalah ajaran-ajaran Bung Karno bukan kultus personal, kuktus Trah apalagi tunduk pada elit parpol mantan koruptor dan senantiasa wajib melakukan ideologi dalam praktik, yang tercermin pada sikap pembelaan terhadap kaum Marhaen, kedaulatan bangsa dan negara,”
- Seorang Marhaenis adalah orang yang menjalankan ajaran Bung Karno yakni membela kepentingan rakyat bukan menjadi Maling Uang Rakyat (Koruptor) sehingga jika ada orang mengaku tokoh Marhaenis tetapi yang bersangkutan mantan koruptor jelas itu Marhaenis gadungan.
- Ideologi tidak cukup hanya dipahami sebagai gagasan atau identitas organisasi, tetapi harus diterapkan dalam sikap dan tindakan nyata, terutama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta mempertahankan kedaulatan nasional.
- Organisasi Harus Dinamis, Progresif, dan Revolusioner , GPM sebagai organisasi pergerakan harus dikelola secara dinamis agar mampu merespons perkembangan zaman dan tantangan masyarakat.
- Ia mengingatkan agar organisasi tidak terjebak dalam pola kerja yang statis, melainkan terus bergerak melalui gagasan, program, dan tindakan yang mencerminkan semangat perjuangan. “Gerakan Pemuda Marhaenis sebagai organisasi pergerakan harus dikelola secara radikal, progresif, dan revolusioner, bergerak dinamis, tidak statis,” katanya.
- Menurut Heri, semangat tersebut perlu menjadi landasan bagi kepengurusan baru dalam membangun organisasi yang aktif dan konsisten menjalankan cita-cita Marhaenisme.
- Musyawarah Mufakat dan Persatuan sebagai Prinsip Organisasi, disampaikan Heri adalah pentingnya menjaga tradisi musyawarah mufakat, kebersamaan, dan persatuan di seluruh jenjang kepengurusan GPM. Ia menempatkan prinsip-prinsip tersebut sebagai bagian penting dalam menjaga soliditas organisasi, menyelaraskan langkah antarkader, serta memastikan setiap keputusan dan kebijakan organisasi dijalankan dengan semangat kolektif.
- “Gerakan Pemuda Marhaenis senantiasa menjunjung tinggi asas musyawarah mufakat, kebersamaan, dan persatuan, di seluruh jenjang tingkatan,” tuturnya.ACN/RBT/RED

