Pasca Galodo Tapan, Eri Chan Pertanyakan Kepedulian Pengusaha Sawit Julsarman

ACTUALNEWS.ID Pesisir Selatan – Pasca banjir bandang dan tanah longsor (Galodo) yang melanda pada 10 Oktober 2026, Pemkab Pesisir Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, 11-24 Oktober 2026.

Pada Rabu (14/10/2026), Eri Chan menyoroti pengusaha perkebunan kelapa sawit, Julsarman alias Wawan, yang disebut belum memberikan donasi untuk korban bencana di Kecamatan Ranah Hulu Tapan (Rahul Tapan) dan Basa Ampek Balai Tapan (BAB Tapan).

Menurut Eri Chan, Julsarman yang merupakan warga Nagari Muara Sakai Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, selaku Ketua Kelompok Tani Sepak Jaya Pinang Sebatang yang mengelola area di kawasan hutan produksi konversi di Tapan, seharusnya ikut peduli.

“Seharusnya Julsarman memberikan bantuan di daerah terdampak. Jangan hanya mengambil hasil kekayaan alam di Tapan, sementara saat bencana melanda lepas tangan,” ujar Eri Chan.

Luas area yang dikelola Julsarman disebut mengimbangi luas area HGU PT CCI di Tapan.

Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, S.STP., M.M., mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima laporan adanya bantuan dari Julsarman untuk wilayah terdampak di Rahul Tapan.

Hingga berita ini dipublikasikan, Julsarman belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp. (tim RA/Red)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles