ACTUALNEWS.ID Jakarta, – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menegaskan dukungan penuh kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mempercepat regulasi yang mengatur pelarangan berbagai varian zat atau obat baru yang memiliki karakteristik dan dampak berbahaya layaknya narkotika. Langkah ini dinilai mendesak agar negara tidak tertinggal menghadapi munculnya jenis-jenis zat baru yang terus berkembang dan berpotensi mengancam masa depan generasi muda.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum DPP KNPI, Saad Budiman Lubis, saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Pemuda Anti Narkoba Nasional (DPN GPANN) di Jakarta.
Menurut Saad, kemunculan berbagai new psychoactive substances (NPS) atau varian zat baru menjadi tantangan serius dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia. Ia menilai regulasi harus mampu bergerak lebih cepat agar tidak terjadi celah hukum yang dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkoba.
«”KNPI mendukung BNN agar regulasi terkait varian zat atau obat baru yang tergolong narkoba dapat dipercepat. Jangan sampai perkembangan zat berbahaya lebih cepat daripada regulasi kita,” tegas Saad.»
Selain mendorong penguatan regulasi, KNPI juga menyatakan dukungan terhadap program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) yang digagas BNN. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun ketahanan generasi muda sejak usia dini terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.
Saad menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendidikan, keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, hingga keterlibatan aktif organisasi kepemudaan.
Dalam kesempatan itu, DPP KNPI turut mengapresiasi perhatian Kepala BNN yang mengutus Direktur Hukum Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN, Brigjen Pol. Riki Yanuarfi, untuk menghadiri pelantikan DPN GPANN. Kehadiran perwakilan BNN dinilai menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dalam memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
KNPI juga menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan BNN dan GPANN dalam memperluas gerakan antinarkoba hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Sebagai salah satu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di bawah naungan KNPI, GPANN diharapkan mampu menjadi motor penggerak edukasi dan kampanye antinarkoba yang menjangkau sekolah, kampus, komunitas, hingga desa-desa.
“Kami ingin gerakan pemuda antinarkoba tidak berhenti di tingkat pusat. KNPI bersama BNN dan GPANN harus bergerak sampai ke desa, karena perang melawan narkoba adalah perang menyelamatkan masa depan bangsa. Anak-anak dan pemuda Indonesia harus kita lindungi bersama. KNPI siap menjadi bagian dari gerakan nasional tersebut,” pungkas Saad Budiman Lubis.
Dukungan KNPI terhadap percepatan regulasi dan penguatan gerakan pencegahan ini menjadi sinyal bahwa pemberantasan narkoba memerlukan kolaborasi lintas sektor. Di tengah munculnya berbagai jenis zat baru yang terus berkembang, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi kunci untuk melindungi generasi muda serta menjaga masa depan Indonesia dari ancaman narkotika.ACN/DJ/RED
