ACTUALNEWS.ID JAKARTA 15/10/2026 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga pada tahun anggaran 2026 melaksanakan beberapa paket kegiatan berupa pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sejumlah lokasi. Salah satu di antaranya adalah paket kegiatan Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pejaten yang berlokasi di Jalan Warung Jati Barat.
Dalam proses pemilihan vendor melalui metode lelang mini kompetisi, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menetapkan PT Tri Putra Karya sebagai pemenang lelang dengan nilai penawaran sebesar Rp11.128.029.437,00 (sekitar 93% dari pagu anggaran). Masa pelaksanaan di lapangan terhitung selama 210 hari kalender dengan konsultan pengawas PT Daffa Brothers Cons.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dua JPO yang dibangun dalam waktu bersamaan—yakni JPO Ciracas dan JPO Pejaten—menunjukkan adanya perbedaan desain gambar serta bahan material yang digunakan, padahal kegiatan tersebut berada di bawah bidang yang sama.
Perbedaan desain gambar dan material tersebut antara lain terlihat pada tiang kuda-kuda rangka atap. Di lokasi JPO Ciracas yang dikerjakan oleh PT Pangindho Ham Mbue, struktur rangka menggunakan baja WF 250 sehingga terlihat kuat, kokoh, dan modern.
Sementara itu, di lokasi JPO Pejaten justru menggunakan besi pipa berukuran 3 inci, sehingga terkesan jadul dan kurang modern.
Perbedaan desain lainnya juga terlihat pada kuda-kuda pipa besi dan gording 3 inci untuk dudukan besi hollow rangka atap.
Di JPO Ciracas, bentangan gording dibuat dengan empat baris sehingga tampak kuat dan kokoh. Sebaliknya, di lokasi JPO Pejaten hanya menggunakan tiga baris dengan pola sambung-potong yang terkesan asal-jadian.
Saut, S.T., Direktur Eksekutif Total Info dan Statistik, memberikan tanggapannya terkait hal ini.
”Ada dugaan perubahan tiang rangka atap dari baja WF 250 ke besi pipa sengaja dilakukan diduga untuk mengelabui kelebihan volume baja keseluruhan yang dipergunakan. Kelebihan volume baja tersebut diperkirakan mencapai 10 ton. Jika dikalkulasikan dengan harga Rp43.000,00 per kilogram x 10.000 kg, nilainya mencapai Rp430.000.000,00,” terangnya.
”Artinya, terdapat selisih antara perhitungan konsultan perencana dan perhitungan riil di lapangan berupa kelebihan volume baja. Diduga untuk mengelabuinya, material diubah menjadi pipa besi yang harganya terkesan lebih mahal karena dihitung per meter lari,” sambung Saut.
”Itu diduga akal-akalan dari pihak PPTK, konsultan pengawas, dan pelaksana. Seharusnya, jika ada kelebihan anggaran, dialihkan atau dilakukan Contract Change Order (CCO) ke item pekerjaan baru, bukan malah mengubah pekerjaan utama yang hasil akhirnya di lapangan justru berkualitas lebih rendah,” tegasnya.
”Kami mendesak dan mengimbau Kepala Dinas Bina Marga agar rajin turun ke lapangan. Tolong perhatikan pelaksanaan di lapangan dan dengarkan masukan dari masyarakat. Jangan lagi menggunakan pola-pola lama yang hanya menerima laporan dari bawahan.
Kami juga mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat agar lebih aktif turun ke lapangan,” tutup Saut dalam keterangannya.
Sementara itu, dikonfirmasi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Semporanto Pandapotan Marpaung menyatakan, terima kasih perhatiannya. Konfirmasi dari kami, desain JPO yang dibangun oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2018 di Provinsi DKI Jakarta memiliki tema selaras dengan nilai nilai kearifan lokal di sekitar lokasi Pembangunan JPO.
Pembangunan JPO Pejaten mengusung tema green lifestyle dengan kesan penghijauan melalui bentuk pohon pada facade arsitektur JPO sedangkan Pembangunan JPO GOR Ciracas facade arsitekturnya mengusung tema sporty selaras dengan lokasi JPO yang berada di dekat GOR.
Guna mencapai desain JPO tersebut masing masing lokasi JPO memiliki item pekerjaan yang berbeda menyesuaikan kebutuhan desain yang akan digunakan.
Desain JPO Pejaten yang saat ini dibangun menggunakan rangka atap Sch 4″ yang dipasang setiap kurang lebih 4 meter baik di gelagar maupun di area tangga, penggunaan item pekerjaan ini telah sesuai dengan gambar DED yang telah diupload pada sistem inaproc ecatalog versi 6.
Penggunaan item-item pekerjaan ini telah melalui perhitungan serta desain yang sesuai dari konsultan perencanaan Pembangunan JPO Pejaten.
Dan saat ini dalam tahap pelaksanaan pembangunan. Demikian dapat diinformasikan dan diucapkan terima kasih, jelas PPTK Semporanto Pandapotan Marpaung.
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo dikonfirmasi mengenai hal. Sampai diturunkannya berita ini belum ada jawaban.*/ACN/RED
