ACTUALNEWS.ID, Jakarta — Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Duta Kasih, Kompleks Duta Mas, Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menggelar ibadah Minggu, 16 Agustus 2026, dengan penuh sukacita. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Zifky Priatelna dengan mengambil dasar khotbah dari Pengkhotbah 6:1-2.

Dalam khotbahnya, Pdt. Zifky mengajak jemaat memahami makna berkat Tuhan secara lebih mendalam. Menurutnya, berkat tidak semata-mata berbicara mengenai kekayaan, harta benda, jabatan maupun keberhasilan, tetapi juga mengenai kuasa untuk menikmati apa yang Tuhan berikan.
Mengutip Pengkhotbah 6:1-2, ia menjelaskan bahwa seseorang dapat memiliki kekayaan, harta benda dan kemuliaan, bahkan tidak kekurangan sesuatu yang diinginkannya.
Namun, apabila tidak memiliki kemampuan untuk menikmati semuanya, kekayaan tersebut justru dapat menjadi kesia-siaan dan penderitaan.
“Berkat itu adalah kuasa untuk menikmati. Menikmati apa saja yang Tuhan berikan kepada kita,” tutur Pdt. Zifky dalam khotbahnya.
Ia menjelaskan, kitab Pengkhotbah secara tradisional dikaitkan dengan Salomo, raja yang dikenal memiliki kekayaan dan hikmat yang sangat besar. Namun, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kelimpahan materi saja tidak otomatis menghadirkan kebahagiaan.
Karena itu, jemaat diajak untuk melihat berkat Tuhan bukan hanya dari apa yang dimiliki, tetapi dari bagaimana seseorang menjalani, mensyukuri dan menggunakan apa yang dipercayakan Tuhan kepadanya.
Berkat Menghasilkan Sukacita dan Damai Sejahtera
Pdt. Zifky menyampaikan bahwa salah satu tanda kehidupan yang diberkati adalah adanya sukacita dan damai sejahtera yang berasal dari Tuhan.
Ia mengacu pada Filipi 4:7 yang mengatakan bahwa damai sejahtera Allah melampaui segala akal dan akan memelihara hati serta pikiran orang percaya dalam Kristus Yesus.
Menurutnya, kebahagiaan sejati tidak hanya bergantung pada kondisi kehidupan, melainkan berawal dari hubungan yang benar dengan Tuhan.
“Bukalah hati kita kepada Tuhan agar hidup kita dipenuhi damai sejahtera,” pesannya kepada jemaat.
Belajar Mengatakan “Cukup”
Selanjutnya, Pdt. Zifky mengajak jemaat belajar mencukupkan diri dan tidak menjadikan uang sebagai pusat kehidupan.
Pesan tersebut dikaitkan dengan Ibrani 13:5, yang mengingatkan orang percaya agar tidak menjadi hamba uang dan mencukupkan diri dengan apa yang ada.
Menurutnya, orang yang diberkati Tuhan adalah orang yang mampu mengatakan “cukup”, bersyukur atas apa yang dimiliki dan tidak terus-menerus menggantungkan kebahagiaan pada pujian, penghargaan atau pengakuan dari orang lain.
“Orang yang diberkati Tuhan adalah orang yang pandai berkata cukup dan pandai bersyukur,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa rasa iri terhadap keberhasilan maupun kebahagiaan orang lain dapat muncul ketika seseorang belum menemukan rasa cukup di dalam dirinya.
Sebaliknya, hati yang dipenuhi damai sejahtera Tuhan akan membuat seseorang mampu bersukacita ketika melihat orang lain berbahagia dan turut merasakan kesedihan ketika sesamanya mengalami pergumulan.
Orang yang Diberkati Harus Menjadi Berkat
Pada bagian berikutnya, Pdt. Zifky mengajak jemaat tidak berhenti pada menerima berkat, tetapi menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Mengutip Roma 15:1-2, ia menjelaskan bahwa orang yang kuat memiliki tanggung jawab untuk menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan tidak hanya mencari kesenangan bagi dirinya sendiri.
Dengan demikian, berkat Tuhan seharusnya menghasilkan dampak nyata dalam kehidupan sosial.
“Orang yang diberkati Tuhan dan berbahagia adalah orang yang bisa menjadi dampak bagi orang lain,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi inti penting dalam khotbah Pdt. Zifky Priatelna. Jemaat diajak memahami bahwa ukuran berkat bukan sekadar seberapa banyak seseorang memiliki harta, tetapi seberapa jauh ia mampu menikmati pemberian Tuhan dengan penuh syukur, hidup dalam damai sejahtera, serta menggunakan berkat tersebut untuk membantu dan membangun kehidupan sesama.
Ibadah Minggu di GSJA Duta Kasih tersebut pun menjadi momentum bagi jemaat untuk kembali menyadari bahwa setiap berkat yang diterima merupakan anugerah sekaligus tanggung jawab.
Berkat bukan hanya tentang memiliki, tetapi juga tentang menikmati, mensyukuri dan menjadi berkat bagi orang lain.
ACN/RED
