Harusnya Horror, Komedi-Horor Reza “Arap” Oktovian yang Lucu, Absurd, tapi Bikin Penonton Menangis

ACTUALNEWS.ID, JAKARTA — Film Harusnya Horror siap menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Film produksi Ess Jay Pictures ini menjadi debut penyutradaraan Reza “Arap” Oktovian yang menawarkan perpaduan komedi dan horor dengan pendekatan berbeda: lucu, absurd, tetapi tetap menghadirkan kisah persahabatan, pengorbanan, kehilangan, serta pentingnya menghargai orang-orang terdekat.

Di balik kemasan komedi-horor yang penuh kelucuan dan situasi absurd, Harusnya Horror menyimpan sisi emosional yang kuat. Bagian akhir film bahkan disebut mampu membuat penonton larut dalam suasana haru hingga meneteskan air mata.

Cerita film ini turut mengangkat perjalanan loyalitas dalam sebuah persahabatan. Para karakter dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari saling membantu, pengkhianatan, proses memaafkan hingga pengorbanan demi orang-orang yang mereka sayangi.

Menariknya, film ini juga menyentuh fenomena creator economy, ketika kehidupan dan berbagai kejadian dijadikan konten demi mendapatkan perhatian, popularitas, hingga keuntungan. Fenomena tersebut dikemas melalui satire dan humor khas sehingga tetap ringan untuk dinikmati penonton.

Yang membuat film ini semakin emosional adalah kehadiran almarhumah Lula Lahfah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan produksi. Harusnya Horror sekaligus menjadi persembahan terakhir Lula Lahfah di layar lebar dan meninggalkan kenangan mendalam bagi Reza Oktovian serta seluruh member AAAClan.

“Setiap detiknya bersama Lula harusnya indah, kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu bareng. Semua kru dan pemeran di film ini juga merasakan betapa besarnya dukungan dan kehadirannya selama produksi. Film Harusnya Horror menjadi memori terindah kami,” ujar Reza Oktovian.

Reza menegaskan, meskipun dikemas sebagai komedi-horor dengan cerita yang absurd, dirinya ingin menghadirkan pesan mengenai arti persahabatan, pengorbanan, serta pentingnya menghargai orang-orang terdekat sebelum semuanya terlambat.

“Meski kemasannya komedi-horor dengan cerita yang absurd, tetapi saya ingin menyajikan tentang arti persahabatan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang terdekat sebelum terlambat,” tambahnya.

Debut Layar Lebar AAAClan

Film Harusnya Horror juga menjadi debut akting layar lebar bagi seluruh member AAAClan. Mereka adalah George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong).

Film ini turut menghadirkan Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, dan Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos alias Cellos.

George Tierson yang memerankan Kevin mengungkapkan bahwa Reza memberikan ruang kreatif kepada para pemain untuk mengeksplorasi karakter masing-masing.

“Sebagai sutradara, Reza memberikan treatment yang berbeda untuk kami. Dia memberikan kebebasan kreatif kepada kami sebagai aktor untuk bisa mengeksplorasi karakter. Dibantu dengan acting coach dan proses development bersama, kami jadi bisa menampilkan sisi di luar Marapthon dan menjadi karakter baru yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ujar George.

Satire Creator Economy dan Makna Persahabatan

Produser Harusnya Horror, Sridhar Jetty, mengatakan film tersebut menjadi persembahan terbaru Ess Jay Pictures yang berusaha merefleksikan fenomena yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

“Meski genrenya komedi-horor, tetapi film ini punya makna yang relevan, tentang situasi creator economy, saat semuanya dijadikan konten. Film ini ingin memberikan refleksi dan satir dalam bentuk komedi. Semoga penonton juga terhibur dan bisa merasakan kedekatan emosional yang dibangun dari ceritanya,” kata Sridhar Jetty.

Antusiasme penonton terhadap film ini juga mulai terlihat melalui penjualan tiket Advance Ticket Sales (ATS) yang dilaporkan telah ludes di sejumlah kota, antara lain Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Samarinda, dan Pontianak.

Kehadiran Harusnya Horror pun tidak hanya ditujukan bagi penggemar Marapthon maupun AAAClan. Film ini menawarkan cerita yang dapat dinikmati penonton film Indonesia secara umum.

Sebab, di balik absurditas dan kelucuan yang ditawarkan, terdapat sisi emosional mengenai persahabatan, kehilangan, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan.

Pesan tersebut menjadi kekuatan utama film yang membuat Harusnya Horror bukan sekadar film horor-komedi, tetapi juga sebuah cerita tentang manusia dan hubungan dengan orang-orang yang dianggap penting dalam kehidupan.

Dengan debut Reza “Arap” Oktovian sebagai sutradara serta keterlibatan para member AAAClan dalam debut layar lebar mereka, Harusnya Horror diharapkan menjadi salah satu tontonan yang memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.

Harusnya Horror tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui Instagram @harusnyathemovie dan @essjay.pictures.

Tentang Ess Jay Studios

Ess Jay Studios didirikan pada 1 Agustus 2022 oleh David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani sebagai anak perusahaan SinemArt. Rumah produksi ini memiliki visi menciptakan karya berkualitas yang mampu menghibur sekaligus memberikan inspirasi kepada masyarakat.

Memulai kiprahnya melalui sinetron Tajwid Cinta, Ess Jay Studios berkembang pesat dengan memproduksi berbagai judul sinetron. Sejak berdiri hingga kini, rumah produksi tersebut telah memproduksi 13 judul sinetron dengan total lebih dari 1.750 episode.

Pada 2025, Ess Jay Studios melalui brand Ess Jay Pictures mulai memperluas kiprahnya ke layar lebar dengan menyiapkan sejumlah film, termasuk Tiba-tiba Setan dan Harusnya Horror.

Dengan langkah tersebut, Ess Jay Studios terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan kreatif yang mengembangkan karya untuk industri hiburan Indonesia.

ACN/Indah/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles