ACTUALNEWS.ID Jakarta – Dinamika kebangsaan yang terus diwarnai perdebatan soal ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat sorotan dari Ketua Harian DPP Gerakan Pemuda Marhaenis, Abdur Rajab Saputra.
Ia menilai, narasi tersebut telah berlarut-larut dan bergeser dari ranah klarifikasi menjadi komoditas politik yang merugikan kepentingan umum. Padahal, instansi terkait dan Wakil presiden RI telah memberikan penjelasan resmi mengenai keabsahan dokumen akademik tersebut.
“Negara ini membutuhkan fokus, bukan drama. Ketika lembaga berwenang sudah memberikan kepastian, seharusnya perdebatan selesai. Jangan sampai ruang publik kita dikuras hanya untuk kontroversi yang tidak membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat,” ujar Abdur Rajab.
Masih banyak persoalan bangsa yang mendesak untuk diselesaikan, mulai dari kesejahtraan masyarakat, kemiskinan struktural, penyelesaian Karhutla, krisis iklim dan ketahanan pangan.
Menurutnya, ada kelompok tertentu yang secara sengaja memelihara kegaduhan guna melemahkan legitimasi pemerintahan dan menggerus rasa kebersamaan sebagai bangsa. Pola seperti ini, kata dia, sangat berbahaya bagi keutuhan Bangsa dan Persatuan.
“Kita harus mampu membaca, ada upaya sistematis untuk saling mencurigai. Jika dibiarkan, yang retak bukan hanya kepercayaan kepada pemimpin, tapi juga ikatan persaudaraan kita sebagai satu tanah air,” tegasnya.

GPM, lanjutnya, menyatakan sikap tegas kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk terus bekerja tanpa terganggu oleh manuver yang tidak konstruktif, ia tekankan, wakil presiden merupaian amanat konstitusional yang diperoleh melalui pemilihan umum dan diberikan mandat oleh rakyat, untuk saat ini kita harus menjaga stabilitas dan keadaban iklim demokrasi.
“Kami tidak sedang membela, akan tetapi Prinsip bahwa kepemimpinan yang lahir dari proses konstitusional wajib kita jaga bersama. Menyerang dengan isu usang adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat demokrasi yang coba memecah belah Masyarakat,” jelasnya.
Dalam pandangan Marhaenisme, persatuan merupakan kekuatan utama kaum Marhaen melawan ketidakadilan. Abdur Rajab mengingatkan kembali kepada seluruh kader, bahwa GPM berada pada barisan depan dalam rangka mendukung Asta cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah dideklarasikan pada konggres ke XI Gerakan Pemuda Marhaenis di Istana Jimbarwana Bali.
“Warisan pemikiran Bung Karno mengajarkan kita bahwa musuh utama marhaenisme adalah Kapitalisme, Imprealisme, feodalisme dan liberalisme. Oleh karena itu, kader GPM di seluruh Nusantara saya minta agar menjadi menjadi Penjernih dan pembela kaum tertindas,” tutupnya.
Ia mengajak seluruh elemen pemuda untuk mengedepankan Persatuan, menolak hasutan, dan bersama-sama mengawal agenda besar Indonesia agar menjadi negara yang Maju Serta mengawal Bersama Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.ACN/RBT
