DPP GPM Desak Kementerian Perhubungan Percepat Implementasi Penguatan Sektor Maritim Berbasis Kompetensi Pelaut Indonesia Berstandar Internasional

ACTUALNEWS.ID Jakarta, 15 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Maritim (DPP GPM) mendesak Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut agar mempercepat implementasi kebijakan strategis yang berorientasi pada peningkatan kompetensi pelaut Indonesia sehingga mampu menjawab tantangan transformasi industri maritim global yang semakin terdigitalisasi.

Ketua DPP GPM Bidang Kemaritiman, Ganda M. Sihite, menegaskan bahwa cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia tidak akan terwujud hanya melalui pembangunan pelabuhan, kapal, maupun infrastruktur maritim. Cita cita tersebut haruslah dibangun di atas fondasi sumber daya manusia maritim yang unggul, khususnya pelaut Indonesia yang memiliki kompetensi, profesionalisme, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menurut Ganda M. Sihite, Indonesia memiliki posisi yang strategis karena berada di jalur pelayaran internasional dan memiliki wilayah laut yang sangat luas. Keunggulan tersebut adalah modal besar untuk memperkuat daya saing bangsa melalui pengembangan SDM maritim yang berkualitas. Tanpa pelaut yang kompeten dan mampu memenuhi standar internasional, cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia akan sulit diwujudkan.

DPP GPM mencatat bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu pemasok pelaut dunia. Data Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah pelaut Indonesia yang terdaftar telah mencapai lebih dari 1,64 juta orang. Namun, besarnya jumlah tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan kesiapan kompetensi dalam menghadapi transformasi maritim modern yang ditandai dengan digitalisasi, otomatisasi, Internet of Things (IoT), keamanan siber maritim, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam operasional pelayaran.

Perkembangan industri pelayaran global kini telah memasuki era digital. Penggunaan sistem navigasi cerdas, otomatisasi operasional kapal, analisis data pelayaran secara real-time, pemantauan armada berbasis teknologi, hingga AI dalam mendukung efisiensi dan keselamatan pelayaran telah menjadi standar baru di berbagai perusahaan pelayaran dunia. Kondisi tersebut menuntut pelaut Indonesia agar memiliki kompetensi yang tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis pelayaran, tetapi juga literasi digital dan penguasaan teknologi modern.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan. Pelaut Indonesia harus memiliki literasi digital, memahami sistem elektronik kapal, keamanan siber maritim, serta mampu memanfaatkan teknologi AI sebagai alat pendukung untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif dan aman. Penguasaan teknologi akan menjadi faktor penentu daya saing pelaut Indonesia di masa depan,” ujar Ganda M. Sihite yang juga merupakan Alumnus Program Pascasarjana UNHAN.

Lebih lanjut, Ganda M. Sihite juga menjelaskan bahwa laporan BIMCO–International Chamber of Shipping (ICS) memperkirakan dunia masih membutuhkan tambahan lebih dari 113.000 perwira kapal (officers) hingga tahun 2030. Kondisi tersebut menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia tenaga pelaut dunia. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila pemerintah mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan penguasaan teknologi digital bagi pelaut Indonesia.

DPP GPM menilai Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, agar segera mempercepat implementasi program penguatan kompetensi pelaut melalui pembaruan kurikulum pendidikan kepelautan, peningkatan kualitas lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat), penguatan sertifikasi yang diakui secara internasional, serta perluasan kerja sama dengan dunia industri, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan di bidang kemaritiman, dan perusahaan teknologi maritim. Langkah tersebut penting agar lulusan pendidikan kepelautan Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri pelayaran global.

Menurut DPP GPM, pembangunan sektor maritim tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diarahkan pada pembangunan manusia. Investasi terhadap peningkatan kualitas pelaut Indonesia akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan keselamatan pelayaran, produktivitas industri maritim, penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang disegani di dunia.

“Oleh karena itu, Kami meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan agar segera menyusun road map pengembangan kompetensi pelaut Indonesia sebagai bagian dari strategi nasional menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. SDM maritim yang unggul adalah fondasi utama agar Indonesia tidak hanya menjadi jalur pelayaran internasional, tetapi juga menjadi pemain utama dalam industri maritim global. Momentum transformasi digital dan perkembangan AI sekarang ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelaut Indonesia sehingga mampu bersaing di tingkat global,” tutup Ganda M. Sihite.ACN/RBT/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles