ACTUALNEWS.ID, JAKARTA – Dewi Mustika mendapat kehormatan menjadi salah satu juri khusus bidang tarik suara dalam ajang Penghargaan Karya Bakat Award 2026 yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Keterlibatan Dewi dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kiprahnya di dunia seni dan hiburan. Sebelumnya, ia juga dipercaya menjadi juri dalam ajang Festival MC Award 2026 yang turut diselenggarakan di Perpustakaan Nasional RI, lantai 2.

“Saya Dewi Mustika. Saya diundang oleh Yayasan Karya Bakat Indonesia sebagai juri, khususnya untuk bidang menyanyi. Hari ini adalah penghargaan Karya Bakat Award 2026. Sebelumnya juga diadakan Festival MC Award 2026 dari Yayasan Karya Pembawa Acara Indonesia di Perpustakaan RI lantai 2, dan saya juga terpilih sebagai juri,” ujar Dewi, Sabtu (31/10/2026).
Di luar aktivitasnya dalam dunia seni, Dewi mengungkapkan bahwa jiwa bisnis telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Sejak awal berkarier hingga saat ini, ia terus berupaya mengembangkan diri sekaligus menciptakan peluang agar orang-orang di sekitarnya dapat memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.
Menurutnya, salah satu langkah untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan membangun dan mengembangkan perusahaan sendiri.
Dewi mengungkapkan bahwa dirinya telah memiliki lima perusahaan yang bergerak di sejumlah bidang usaha. Perusahaan tersebut antara lain PT Dewi Mustika Sakti, PT Bintang Kejora Perkasa, PT Arie Sanghyang Wenang, CV Aditya Purnama Sakti serta CV Dyyas Purnama Jaya Sakti.
Adapun perusahaan yang bergerak di bidang seni adalah PT Dewi Mustika Sakti, yang sejalan dengan perjalanan kariernya sebagai musisi.
Ke depan, Dewi berencana membuat terobosan baru untuk membantu anak-anak Indonesia yang memiliki bakat dan potensi, tetapi terkendala keterbatasan biaya.
“Saya ingin membuat gebrakan baru bagi anak-anak Indonesia yang tidak memiliki biaya. Semoga Allah SWT memberikan banyak jalan dan strategi agar kita bisa menyatukan anak-anak Indonesia yang berbakat, yang mempunyai talenta, tetapi tidak memiliki biaya,” tuturnya.
Dalam perjalanan karier musiknya, Dewi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah merilis lagu baru berjudul “Aku Smakin Cinta” pada bulan November 2025.
Lagu tersebut ditulis oleh Yan Machmud, seorang pencipta lagu yang juga dikenal dari komunitas musik.
Dewi menyebut Yan Machmud merupakan salah satu personil Arwana Band, yang dikenal berambut panjang, sebagai salah satu lingkungan musik yang mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat.
Selain itu, karya musiknya juga mendapat dukungan dari Hendry Lamiri sang maestro Biola yang turut memainkan instrumen biola dalam lagu Aku Smakin Cinta.
Tidak hanya berkarya dan menjalankan bisnis, Dewi juga aktif memberikan perhatian terhadap pengembangan bakat generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan tiga anak kandungnya yang mendapatkan bimbingan khusus di bidang tarik suara.
Ketiga anak kandungnya yang juga tergabung dalam group penyanyi 3 bersaudara yaitu Saldheza Sisters tersebut adalah Salsabilla Amira, mahasiswa semester lima Universitas Budi Luhur, Dheyya Syafra Putri Abdurrahman Bafadal, mahasiswa semester pertama Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, serta Aurellya Zakira Putri Abdurrahman Bafadal, siswi kelas XI SMA Negeri 12 Kota Tangerang.
Dewi berharap ketiga anak kandungnya dapat terus mengembangkan kemampuan dan memperoleh kesempatan lebih luas untuk berkiprah di dunia seni, khususnya musik dan tarik suara.
Ia juga membuka peluang untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk artis dan pelaku industri hiburan lainnya.
Menurutnya, upaya membina anak-anak berbakat yang berasal dari keluarga kurang mampu membutuhkan dukungan dan kerja sama banyak pihak.
“Seperti visi saya, bagaimana anak-anak Indonesia dapat berkembang. Saya juga bisa berkolaborasi dengan Kak Juy dan artis lain. Saya tidak bisa melakukannya sendiri, kan? Bagaimana kita membantu anak-anak Indonesia yang tidak mampu tetapi memiliki bakat. Saya ingin membimbing mereka agar bisa berkembang. Itu saja,” ungkapnya.
Lebih jauh, Dewi menegaskan bahwa apa yang sedang dibangunnya saat ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi. Ia ingin seluruh usaha dan program pembinaan yang dirintisnya dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Menurutnya, keberlanjutan sebuah usaha maupun karya membutuhkan generasi penerus yang mampu menjaga dan mengembangkannya.
“Selanjutnya, apa yang saya bangun dapat dilanjutkan oleh anak-anak saya. Semakin lama, kita harus memiliki generasi untuk melanjutkannya,” pungkas Dewi.
ACN/RED

