Wednesday, March 11, 2026

Mengenal Lebih Dekat Yayasan Pamong Asthabrata (PAMASTHA)

ACTUALNEWS.ID DEPOK – Yayasan Pamong Asthabrata (PAMASTHA) adalah sebuah Yayasan yang diprakarsai oleh para pemuda pemudi yang bergerak dibidang sosial kemanusiaan.
Awal mulanya pada tahun 2017 Yayasan ini hadir dari semangat para generasi milenial yang notabene adalah Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dengan nama awal Pamong Foundation.

Berkat perjuangan seluruh pihak dari lintas generasi pada tahun 2018 Yayasan ini secara resmi dan sah diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Menteri Hukum dan Ham RI Nomor AHU-0001557.AH.01.04 Tahun 2018 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Pamong Asthabrata. Dan Lokasi Secretariat Yayasan Pamastha berada di Kawasan Kalimulya Depok Jawa Barat.

Dalam kesempatan jumpa Pers dengan beberapa awak Media Ketua Yayasan Pamastha Asep Firdaus, selaku ASN/PNS di Kemendagri yang merupakan Lulusan IPDN angkatan 2012 ini mengatakan, “Yayasan Pamong Asthabrata yang kita kenal identik dengan PNS, Camat, Lurah ataupun Kepala Lingkungan. Kemudian kita sendiri rata rata istilah Pamong adalah lulusan STPDN yang Sekarang IPDN, Dan untuk istilah Asthabrata karena itu ciri khas dari lulusan IPDN. Jadi Pamong itu banyak Camat, banyak Lurah namun yang pun ya Asthabrata rata rata Lulusan IPDN.
Dalam pewayangan Ada 8 Sifat kepemimpinan yang meliputi unsur angin, matahari, bulan, air, api, tanah Dan lain sebagainya. Dan Pamong Asthabrata dikenalkan di Sekolah yang artinya Kepala Wilayah / Pemimpin / Pengemong / Pengayom yang punya 8 Sifat Kepemimpinan,” ungkap Ketua Asep Firdaus saat wawancara dengan awak media di Ruang Aula Gedung Perpustakaan Balai Kota. Selasa (14/02)

Yayasan sendiri alumni IPDN banyak karena tersebar di seluruh Indonesia. Bisa jadi ada tindak tanduk, musibah, suka cita maupun duka cita yang kita alami di wilayah masing masing dari Sabang sampai Merauke.
Komunitas ini awalnya dari beberapa orang kemudian kita inisiasikan gerakan ini lebih masif lagi untuk membantu alumni IPDN, STPDN dulunya, yang mengalami musibah sakit dan lain lain. Jadi Komunitas ini bergulir sejak 2017 kemudian tahun 2018 kita inisiasi dibentuk menjadi Satu badan Legal Yayasan, kan ada pilihan dalam bentuk Perkumpulan / bentuk Yayasan karena ini sifatnya sosial kita pilih bentuknya Yayasan dan sejak itu saya menjadi Ketua Yayasan Pamong Asthabrata,” tandasnya.

Saat ini kita sedang re-generasi baru paling lambat akhir Februari ini sudah ada Pengurus baru melalui musyawarah untuk dilaksanakan. Karena memang secara legal kita terformasi itu. 8 Februari 2018 sesuai Akte Notaris dan sesuai SK Kemenham 2018. Saat ini anggota dan pengurus adalah alumni IPDN bisa jadi kedepan kita kaderisasi yang non alumni. Memang yang awal nafasnya membantu alumni IPDN dan kita ingin bergerak menjadi lebih luas lagi,” lanjut pria kelahiran Jambi ini.

Kegiatan di Yayasan ini lebih mencondong ke sosial kemasyarakatan dan kegiatan yang lain tidak ada, karena ruang lingkup AD/ART Pendidikan, Kemasyarakatan, dan Sosial. Untuk Pendidikan dan kemasyarakatan sebenarnya belum kita lakukan bentuknya adalah pemberdayaan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat pelatihan dan lain sebagainya. Kita masih belajar juga bagaimana roda yayasan ini bisa berjalan dari segi pendanaan. Kalau kami pelajari kesini sini ternyata Yayasan itu berdiri dan bisa exis karena ada donatur tetapnya dan donatur yang sifatnya insidentil dan lain sebagainya. Contoh donatur insidentil contohnya alumni sifulan sakit atau adanya bencana Pandeglang kita open donasi dan kemudian kita salurkan,” terang ayah 3 orang anak ini.

(Melly)

ACN/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles