ACTUALNEWS ID, JAKARTA: Majunya Agus Joko Pramono (AJP) sebagai bakal calon ketua umum Panahan Indonesia (PERPANI), mendapat serangan bertubi-tubi dari tim sukses Arsjad Rasyid (AR). Jabatannya sebagai Wakil Ketua BPK RI mulai dipersoalkan oleh aktivis dan tim pemenangan rival AJP di Munas Perpani.
Serangan pertama datang dari Didi O Affandi, Ketua Koordinator tim pemenangan AR. Dilansir dari arenanews.id, dirinya khawatir akan ada abuse of power, jika pejabat negara mencalonkan diri dalam Munas. Bak paduan suara, Uchok Sky Khadafi pun menyuarakan kegelisahannya seperti yang dilansir indoposnews.id.
Menanggapi pernyataan Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi dan ketua tim pemenangan Arsjad Rasyid, Parto Bangun Wakil Ketua Umum II Persatuan Olahrga Roundnet Seluruh Indonesia (PB PORSI) ikut angkat bicara.
“UU keolahragaan No 11 tahun 2022, memberi ruang kepada masyarakat yang memiliki minat, pengetahuan, leadership dan pendanaan untuk berkontribusi dalam membina dan membangun olahraga di negeri ini. Olahraga harus diurus sepenuh hati dengan waktu yang penuh, di tangan ahlinya,” tegas Parto Bangun.
Saran saya kedua tim sukses, silahkan beradu program untuk memenangkan kandidatnya, jangan pakai “tangan orang” untuk mendiskreditkan kandidat yang ingin membangun olahraga di negeri ini.
Berikan ruang kepada kedua kandidat beradu gagasan untuk menarik simpatik Pengprov yang memiliki suara, lanjut Parto yang juga aktif di Yayasan Pencinta Sepak bola Indonesia.
Kehadirian publik figur atau pejabat publik justru dianggap memberi banyak manfaat dan keuntungan untuk cabang olahraga terkait. Tidak ada ketentuan yang melarang pejabat publik memimpin Cabor, mau contoh, Kapolri Jend.Pol. Listyo Sigit P. (ISSI), Menko Polhukam L.B.Panjaitan (PASI), Menko Perekonomian Erlangga Hartato (PB WI), Ketua MPR Bambang Soesatyo (IMI), Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono (PODSI), Menhan Prabowo Subianto (IPSI), Ketua BPK (2020-2024) Agung F.Sampurna (PBSI) saat terpilih beliau masih menjabat ketua BPK RI. Bahkan KetumPerpani saat ini Illiza Sa’aduddin Djamal, adalah anggota Komisi X DPR RI mitra kerja Kemepora yang mengurus olahraga di tanah air. Apa ada conflict of interest atau seperti yang dituduhkan terjadi abuse of power ? malah kehadiran PB Perpani bersyukur dengan kekuatan jaringan yang dimiliki mantan Walikota Banda Aceh, Perpani mendapat banyak kemudahan, khususnya dalam hal penyelenggaraan Pelatnas.
Perpani akan memilih ketua umumnya periode 2022-2026. Butuh figur yang paham dan totalitas untuk bisa mempertahankan apa yang sudah dilakukan pengurus saat ini, sehingga panahan mampu meraih prestasi terbaik di level internasional, lanjut Partoba begitu pria berdarah Batak ini disapa.
Terkait pernyataan Uchok Sky Khadafi, juga direspon oleh dua Ketua Umum Pengurus Provinsi Perpani, yakni ketua Pengprov Kalimantan Utara Stev Singgih Wibowo maupun Ketua Pengprov Papua Barat, Rudolf Rumbino. Keduanya merupakan Pengprov yang mengusung Agus Joko Pramono sebagai ketum Perpani.
Rangkap jabatan ketua umum induk organisasi disebutnya justru bisa menguntungkan, terlebih jika yang mendudukinya adalah seorang Menteri atau pejabat yang menduduki tempat strategis.
“Saya pikir beda urusan lah, antara pimpin cabang olahraga dengan pimpin pemerintahan di Kementerian/Lembaga Negara. Karena memimpin Cabor sudah tentu ketua umumnya bakal menunjuk ketua harian juga. Ini untuk membantu dia ketika di lapangan. Begitu dengan pembinaan prestasi akan ada orangnya sendiri. Jadi menurut saya tidak berpengaruh lah. Beliau masih bisa menjalankan jadi ketum Perpani, juga menjalankan tugas negara,” kata Steve Singgih Wibowo, lewat sambungan pada Rabu (14/12/2022).
Dijelaskan Steve, mengurus olahraga itu haruslah orang yang berkapasitas dan memiliki jabatan strategis di pemerintahan. Sebab, hal itu sedikit banyak akan mempengaruhi seseorang dalam mengeluarkan anggaran.
“Jadi kalau dia tidak punya pengaruh apa-apa bagaimana dia bisa menarik pengusaha untuk mendorong dan membantu Perpani. Sementara Agus Joko Pramono ini kami lihat punya jabatan yang strategis, sudah pasti dia akan didengarkan oleh rekan-rekannya.” ujar putra Kalimantan Utara, Steve Singgih Wibowo.
“Jadi ketika dia kunjungan ke daerah misalnya. Sudah tentu akan ada Gubernur, Bupati dan pejabat-pejabat lainnya. Ketika Agus menitipkan pembinaan Perpani di daerah, pasti akan disupport oleh rekan-rekannya tersebut. Bukan tidak mungkin ini menjadi keuntungan juga buat negara, toh nama baik negara juga yang akhirnya bagus kalau pabahan prestasinya baik kan,” tambah dia.
Hal yang sama juga diungkapkan ketua pengprov Papua Barat Rudolf Rumbino. Menurut dia, jika kelak AJP terpilih dengan rangkap jabatan tidak akan mempengaruhi kinerja Perpani secara keseluruhan. Sebaliknya, jabatan AJP akan mempermudah Perpani dalam mencari sponsor untuk pengembangan atlet.
“Dengan kedudukan beliau yang sekarang tentu mencari sponsor akan lebih mudah, karena pembinaan tanpa anggaran yang besar, olahraga tidak akan berkembang. Makanya kami meminta Pak Agus Joko Pramono untuk menjadi ketum Perpani. Itu alasannya,” kata Rudolf Rumbino melalui sambunga selular.
Pembinaan olahraga hanya mengandalkan APBN saja tidak akan cukup. Apalagi untuk memberi apresiasi kepada atlet-atlet berprestasi dan pengembangan daerah tentu butuh biaya yang luar biasa besar.
“Setidaknya untuk panahan, Pengurus Pusat membutuhkan biaya minimal Rp 20-30 miliar per tahun. Sedangkan daerah juga membutuhkan support dari Pengurus Pusat dalam konteks pembinaan. Makanya, kalau tidak punya jabatan dengan posisi strategis di pemerintahan tentu akan sulit karena APBN saja tidak cukup,” ungkap Rumbino.
Sedangkan menyoal waktu yang bakal terpecah dua, Steve tak terlalu khawatir. Pasalnya, Ketua Umum Perpani pasti punya wakil juga ketua harian yang bakal membantu dalam mengembangkan Perpani. Selain itu, Steve juga menyebut pengalaman Agus yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Bepeka Archery menjadi kelebihan tersendiri dibanding calon lawan lainnya.
ACN/RED
