ACTUALNEWS.ID, SINGKAWANG — Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Tama RT 30, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (17/8/2026) dini hari. Sedikitnya tujuh rumah dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Api mulai berkobar sekitar pukul 00.20 WIB dan dengan cepat membesar hingga merambat ke sejumlah rumah di sekitarnya.

Seluruh unit pemadam kebakaran/BPKS di wilayah Kota Singkawang dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman. Wakil Wali Kota Muhammadin juga hadir di lokasi dan ikut membantu warga saat api masih menyala hebat. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.00 WIB.
Namun, peristiwa tersebut menelan korban jiwa. Seorang anak perempuan bernama Eliza, berusia 12 tahun dan masih duduk di kelas VI sekolah dasar (SD), meninggal dunia dalam kebakaran tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Eliza diketahui sedang tertidur saat kebakaran terjadi. Sang kakak sempat berupaya menyelamatkan korban, namun cepatnya penyebaran api membuat upaya tersebut tidak berhasil.
Selain korban meninggal dunia, dua anak lainnya dari keluarga yang sama dilaporkan mengalami luka bakar cukup serius pada bagian wajah, tubuh, tangan, dan kaki. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis.
Informasi yang diterima menyebutkan bahwa titik awal kebakaran diduga berasal dari salah satu rumah milik Ng Tet Cin (Acin). Tiga anaknya turut menjadi korban dalam musibah tersebut, dengan satu anak meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar.
Salah satu korban menyebutkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.
Personel Polsek Singkawang Tengah turut berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta pengamanan area kejadian.
Peristiwa kebakaran yang terjadi bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.
Pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait kerugian material serta kondisi para korban terdampak.
ACN/Andi Mulyono/RED
