ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai pertemuan Full Gospel Chapter New Pantai Mutiara yang digelar di Rumah Makan Dapur Rumah Kita, Jalan Kusuma No. 41 Blok A3, RT 02/RW 12, Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi momentum bagi para peserta untuk saling menguatkan iman melalui kesaksian pribadi, pemberitaan firman Tuhan, doa bersama, dan perenungan atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum firman Tuhan disampaikan, masing-masing peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesaksian. Beragam pengalaman hidup yang dibagikan menjadi kesaksian tentang bagaimana Tuhan tetap bekerja di tengah pergumulan, tantangan, maupun keadaan yang tidak selalu mudah.
Kesaksian tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki pergumulan masing-masing. Namun, ketika pengalaman itu dibagikan dalam persekutuan, beban terasa lebih ringan dan iman pun kembali dikuatkan.

Pada kesempatan tersebut, Cun Cun menyampaikan firman Tuhan dengan tema “Percaya kepada Tuhan, Penuh Harapan yang Pasti”, dengan ayat utama Yeremia 32:27:
“Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?”
Dalam penyampaiannya, Cun Cun mengajak seluruh peserta untuk tidak kehilangan harapan ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Menurutnya, manusia bisa mengecewakan, keadaan dapat berubah, dan kekuatan seseorang bisa mengalami keterbatasan. Namun, Tuhan tetap setia dan tidak pernah kehilangan kuasa untuk menolong umat-Nya.
“Jangan pernah kehilangan harapan kepada Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah kehilangan kuasa untuk menolong kita,” menjadi pesan utama yang ditekankan dalam pemberitaan firman tersebut.
Tangan Tuhan Tidak Kurang Panjang untuk Menolong
Mengutip Yesaya 59:1-2, Cun Cun mengingatkan bahwa tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar.
Artinya, tidak ada persoalan yang terlalu besar dan tidak ada keadaan yang terlalu jauh dari jangkauan Tuhan.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya pertobatan dan menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan.
Karena itu, ketika datang kepada Tuhan, umat tidak hanya membawa permohonan, tetapi juga hati yang mau bertobat.
“Jangan biarkan dosa membuat kita jauh dari Tuhan. Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang terbuka dan minta Dia mengampuni serta membersihkan hidup kita,” pesannya.
Percaya Bukan Berarti Tidak Memiliki Masalah
Lebih lanjut, Cun Cun menjelaskan bahwa iman bukan berarti kehidupan seseorang bebas dari masalah.
Iman berarti tetap percaya bahwa Tuhan jauh lebih besar daripada persoalan yang sedang dihadapi.
Melalui Amsal 3:5-6, peserta diajak untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan tidak hanya bersandar pada pengertian sendiri.
“Kadang kita berkata, ‘Saya tidak mengerti, Tuhan.’ Kita tidak harus mengerti semuanya untuk tetap percaya. Iman bukan tentang mengerti semua jalan Tuhan, tetapi percaya kepada Tuhan yang memegang jalan hidup kita,” ungkapnya.
Pesan tersebut semakin menguatkan peserta bahwa jawaban Tuhan tidak selalu datang dalam bentuk dan waktu yang sesuai dengan keinginan manusia. Namun, Tuhan tetap bekerja dan memiliki rancangan terbaik bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya.
Harapan bagi Keluarga
Perhatian khusus juga diberikan kepada kehidupan keluarga.
Mengacu pada Kisah Para Rasul 16:31 dan Yosua 24:15, peserta diajak untuk tidak pernah berhenti mendoakan keluarga, menjadi teladan, serta membawa kasih Kristus di tengah rumah tangga.
“Jangan menyerah terhadap keluarga kita. Tetap doakan mereka, tetap kasihi mereka, dan tetap menjadi teladan,” pesannya.
Dalam konteks keselamatan, firman tersebut juga menegaskan bahwa setiap pribadi tetap dipanggil untuk percaya kepada Kristus. Iman seseorang tidak secara otomatis menyelamatkan seluruh anggota keluarganya, tetapi kehidupan orang percaya dapat menjadi kesaksian dan jalan bagi keluarganya untuk mengenal kasih Tuhan.
Utamakan Tuhan, Bukan Hanya Berkat-Nya
Pesan berikutnya yang disampaikan adalah pentingnya menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam kehidupan.
Mengutip Matius 6:33, peserta diajak untuk terlebih dahulu mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.
Menurut Cun Cun, manusia boleh memiliki pekerjaan, cita-cita, usaha, dan keinginan untuk hidup lebih baik. Namun, jangan sampai dalam mengejar berkat, seseorang justru melupakan Sang Pemberi berkat.
“Jangan sampai kita mengejar uang tetapi kehilangan keluarga. Jangan sampai kita mengejar kesuksesan tetapi kehilangan Tuhan. Utamakan Tuhan,” tegasnya.
Tetap Meminta, Mencari dan Mengetuk
Melalui Matius 7:7-8, peserta juga diajak untuk terus berdoa, mencari kehendak Tuhan, serta tidak mudah menyerah.
“Minta” berarti membawa segala kebutuhan kepada Tuhan.
“Mencari” berarti mencari Tuhan, firman-Nya, kehendak-Nya, dan kebenaran-Nya.
Sedangkan “mengetuk” berarti memiliki ketekunan dan tidak berhenti berharap, meskipun jawaban yang dinantikan belum terlihat.
Sebab, tidak semua pintu yang diinginkan manusia harus dibuka. Ada kalanya Tuhan menutup sebuah pintu karena mengetahui bahwa ada jalan lain yang lebih baik.
Harapan Kita Bukan kepada Keadaan, tetapi kepada Tuhan
Di bagian akhir pemberitaan, Cun Cun mengajak seluruh peserta untuk menempatkan harapan bukan pada keadaan, manusia, uang, maupun pekerjaan, melainkan kepada Tuhan.
Mengutip Mazmur 42:6, ia mengingatkan agar setiap orang tetap berharap kepada Allah.
“Kalau hari ini keadaan belum berubah, tetaplah berkata, ‘Tuhan, saya tetap percaya.’ Kalau doa belum dijawab, tetap berkata, ‘Tuhan, saya tetap berharap.’ Kalau pintu belum terbuka, tetaplah mengetuk,” pesannya.
Firman tersebut ditutup dengan penguatan dari Yeremia 29:11, bahwa Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera dan memberikan masa depan yang penuh harapan.
Pesan itu menjadi peneguhan bagi para peserta bahwa kehidupan orang percaya tidak pernah berjalan tanpa arah karena ada Tuhan yang memegang masa depan.
Ditutup dengan Saling Mendoakan
Usai firman Tuhan disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama.
Para peserta saling mendoakan satu sama lain agar semakin kuat menghadapi setiap pergumulan kehidupan dan tetap teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Suasana kebersamaan pun semakin terasa. Mereka tidak hanya datang untuk mendengarkan firman, tetapi juga hadir untuk menjadi saudara yang saling menopang, menguatkan, dan mendoakan.
Pertemuan Full Gospel Chapter New Pantai Mutiara tersebut akhirnya menjadi sebuah pengingat sederhana namun kuat: ketika manusia merasa tidak memiliki jalan, Tuhan tetap memiliki jalan; ketika manusia merasa tidak memiliki harapan, Tuhan tetap menjadi sumber pengharapan.
Percaya kepada Tuhan bukan berarti kita tidak akan menghadapi masalah. Percaya berarti kita yakin bahwa dalam setiap masalah, Tuhan tetap menyertai, bekerja, dan memegang kehidupan kita.
“Percaya kepada Tuhan, karena di dalam Tuhan ada harapan yang pasti.”
Amin.
ACN/RED
