ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Universitas YARSI berkolaborasi dengan Vijja Care, RT 05/RW 05 Glodok, serta PT Pramudita Darya Parma menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Perempuan Berdaya dengan TOGA: Membangun Kesehatan Keluarga dan Peluang Ekonomi Berbasis Herbal”, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–12.30 WIB di lingkungan RT 05/RW 05 Glodok tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperkuat kontribusi nyata kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga.
Program ini tidak hanya memperkenalkan manfaat tanaman herbal dari sisi kesehatan, tetapi juga membuka wawasan masyarakat mengenai potensi TOGA sebagai bagian dari kepedulian lingkungan sekaligus peluang ekonomi berbasis herbal.
Kegiatan diikuti warga, khususnya kelompok usia 46 tahun ke atas. Program tersebut sejalan dengan visi Ketua RT 05, Lingo Djaja, yang mendorong peningkatan kualitas hidup warga agar tetap bugar serta mampu mencegah risiko penyakit kronis di usia senior.
Founder Vijja Care, Delfi Vijja Paramita, B.A., Br.M., CDME.Hc., CDC®, menjadi salah satu narasumber utama. Ia memberikan edukasi mengenai konsep dasar Traditional Chinese Medicine (TCM) serta memperkenalkan manfaat berbagai tanaman TOGA yang dapat ditemukan dan dibudidayakan di lingkungan rumah.
Sejumlah tanaman herbal yang diperkenalkan antara lain lidah buaya, kunyit, jahe, temulawak, kencur, serai, daun sirih, serta berbagai tanaman herbal lainnya.
Tidak berhenti pada aspek kesehatan, kegiatan tersebut juga menghadirkan perspektif akademik mengenai pemanfaatan teknologi dan pengembangan ekonomi. Sejumlah akademisi, yakni Penny Rahmah Fadhilah, S.E., M.Si., Inda Dwi Lestantri, Ph.D., Nova Eka Diana, Ph.D., dan Sri Puji Utami, S.T., M.T., turut memberikan wawasan sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Kolaborasi lintas bidang itu memperkuat pesan bahwa pemanfaatan TOGA dapat dikembangkan secara lebih luas, tidak hanya untuk menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi, pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan peluang ekonomi.
Kenalkan Ensiklopedia Herbal Digital
Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan Ensiklopedia Tanaman Herbal Digital melalui platform Museum Herbal. Platform tersebut merupakan hasil kolaborasi Universitas YARSI dan Vijja Care yang dikembangkan untuk mempermudah masyarakat mengenal berbagai tanaman herbal melalui media digital.
Kehadiran ensiklopedia digital tersebut diharapkan dapat membantu mendokumentasikan pengetahuan mengenai tanaman herbal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi tentang kekayaan tanaman herbal Indonesia.
Setelah sesi edukasi, peserta juga diajak mengikuti praktik menanam TOGA yang dipandu Gabriella Arifin.
Dalam sesi praktik tersebut, warga mendapatkan pengalaman langsung mengenai cara menanam tanaman herbal yang dapat dilakukan di lingkungan rumah, termasuk pada lahan yang terbatas.
Praktik tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga diajak mengimplementasikannya secara langsung.
Antusiasme peserta terlihat selama rangkaian kegiatan berlangsung. Diskusi dan interaksi aktif menunjukkan tingginya ketertarikan warga terhadap pemanfaatan tanaman herbal serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program “Perempuan Berdaya dengan TOGA”, Universitas YARSI berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, masyarakat, dan mitra usaha dapat terus dikembangkan melalui program edukasi dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.
Pemanfaatan TOGA diharapkan tidak berhenti sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat pengetahuan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi berbasis herbal.
Universitas YARSI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana pengetahuan akademik dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Semangat “Perempuan Berdaya dengan TOGA” pun diharapkan menjadi langkah awal agar semakin banyak keluarga mengenal, menanam, dan memanfaatkan tanaman herbal secara bijak untuk mendukung kualitas hidup serta ketahanan keluarga.
ACN/Calista/RED
