ACTUALNEWS.ID, JAKARTA BARAT – Suasana Pelantikan dan Peresmian Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Wali Kota Jakarta Barat di Aula Lantai 16 Gedung Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Kembangan, Rabu (29/7/2026), semakin semarak dengan penampilan memukau seorang siswi sekolah dasar yang sukses mencuri perhatian para tamu undangan.
Siswi tersebut adalah Calysta Anastasya Ghautama, putri kedua Doktor Bryan Gautama. Meski baru berusia 10 tahun dan masih duduk di bangku kelas V SD Kertapawitan Cengkareng, Calysta tampil penuh percaya diri membawakan Tari Ronggeng dengan gaya yang anggun, enerjik, dan khas.
Penampilan Calysta langsung mendapat sambutan hangat. Tepuk tangan meriah dari para hadirin menggema usai ia menuntaskan setiap gerakan tari dengan ekspresi yang luwes dan penuh penghayatan.
Mengenakan busana tari bernuansa tradisional yang berwarna-warni, Calysta mampu menghidupkan suasana acara. Keberaniannya tampil di hadapan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, unsur TNI-Polri, pengurus PWI, tokoh masyarakat, serta tamu undangan menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam melestarikan seni dan budaya Indonesia sejak usia dini.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi simbol pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri melalui seni budaya. Kehadiran Calysta menambah nuansa budaya dalam rangkaian pelantikan Pengurus PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat yang berlangsung khidmat.
“Saya senang bisa tampil di acara ini. Semoga saya bisa terus belajar dan mengembangkan kemampuan menari agar dapat membanggakan orang tua dan sekolah,” ujar Calysta usai tampil.
Pelantikan Pengurus PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat tidak hanya menjadi momentum memperkuat organisasi kewartawanan, tetapi juga menjadi ajang apresiasi terhadap talenta muda yang berprestasi.
Penampilan Calysta Anastasya Ghautama menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam acara tersebut. Semangat dan kepercayaan dirinya di atas panggung menjadi inspirasi bahwa pelestarian budaya bangsa dapat dimulai sejak usia dini, melalui dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
ACN/RED
