ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hadirin yang saya hormati,
Masyarakat Maluku, Maluku Utara, dan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,
Hari ini kita tidak sekadar berkumpul di studio TVRI. Hari ini kita menyalakan kembali obor perjuangan yang pernah dinyalakan oleh leluhur kita. Hari ini kita membuktikan bahwa darah juang Kapitan Pattimura belum pernah padam. Ia mengalir di nadi setiap anak bangsa yang mencintai tanah airnya lebih dari nyawanya sendiri.
Dari tanah Maluku yang pernah diguncang denting pedang perlawanan, dari kepulauan yang menjadi saksi bisu keberanian melawan penindasan, semangat itu kini bergema kembali. Bukan dengan meriam dan parang, tetapi dengan sportivitas, disiplin, dan harga diri di atas ring tinju. Karena perjuangan hari ini adalah perjuangan menjaga martabat bangsa melalui prestasi, persatuan, sebagai Penanggung Jawab Utama, bersama Pembina Promotor.dan promotor juga co promotor Ini bukan sekadar pembagian tugas. Ini adalah bukti bahwa perjuangan bangsa tidak pernah berhenti pada satu orang. Ia hidup ketika setiap anak bangsa mau bergotong royong, saling menguatkan.
Kehadiran Ketua DPRD secara langsung di Jakarta pada 22 Mei 2026, dan kehadiran beliau dalam siaran live TVRI, adalah pesan yang jelas: negara hadir, negara mendengar, negara mendukung. Dukungan itu disambut oleh seluruh tim penyelenggara yang sejak hari pertama telah bekerja tanpa lelah.
“Semua persiapan sudah hampir rampung,” kata Pembina, Letkol Inf. G. Borlak.
Bukan karena mudah. Tetapi karena ada satu keyakinan yang mengikat kami semua: Ini adalah yang terbaik yang bisa kami berikan untuk bangsa dan negara.
Saudara-saudara,
Mengapa kita memilih tinju?
Karena tinju bukan hanya tentang pukulan. Tinju adalah tentang berdiri lagi setiap kali terjatuh. Tentang menjaga kuda-kuda ketika dunia mencoba menjatuhkanmu. Tentang kehormatan yang dijaga sampai peluit akhir dibunyikan. Nilai-nilai itulah yang diajarkan Kapitan Pattimura kepada kita 200 tahun lalu. Dan nilai-nilai itulah yang ingin kita hidupkan kembali hari ini.
Kami menyelenggarakan ini untuk dua hal besar:
Pertama, untuk Maluku dan Maluku Utara.
Untuk setiap anak muda di Ambon, Ternate, Tual, Tobelo, dan seluruh pelosok Maluku yang bermimpi besar. Kami ingin kalian tahu: asalmu bukan batasan. Sejarahmu adalah kekuatan. Dari tanah yang melahirkan pahlawan, lahirlah juara-juara baru yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Kedua, untuk Indonesia.
Karena bangsa ini hanya akan kuat jika anak-anaknya bersatu, saling menghargai, dan berani bermimpi bersama. Acara ini adalah panggung persatuan. Di sini tidak ada perbedaan suku, agama, atau daerah. Yang ada hanya satu identitas: Indonesia.
Kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami memohon doa restu.
Kepada pemerintah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen bangsa, kami mengajak: mari kita kawal bersama. Mari kita jadikan acara ini bukan sekadar tontonan, tetapi gerakan. Gerakan membangkitkan semangat juang, sportivitas, dan cinta tanah air di hati generasi muda.
“Semoga apa yang kita kerjakan hari ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan menjadi teladan bagi keberlanjutan perjuangan bangsa Indonesia,” ujar letkol inf.G.borlak pembina promotor.
Nikolas Johan Kilikily, S.H., M.H. menegaskan:
“Kita tidak sedang membuat acara. Kita sedang menulis sejarah kecil untuk masa depan besar. Sejarah tentang anak-anak Maluku yang berani bermimpi, dan tentang Indonesia yang tidak pernah melupakan pahlawannya.”
29 Mei 2026. catatan buat kita semua
Karena di hari itu, di studio TVRI, kita akan menyaksikan bukan hanya pertandingan. Kita akan menyaksikan semangat Pattimura hidup kembali. Kita akan menyaksikan Indonesia berdiri tegak, satu hati, satu jiwa, satu tujuan.
Hidup Maluku!
Hidup Indonesia!
ACN/RED
