Milangkala Ke-11 Komunitas Iket Kitapak Tatar Pakuan, Teguhkan Komitmen Ngamumulé Budaya Sunda

ACTUALNEWS.ID Bogor, Suasana penuh rasa syukur, bangga, dan kebersamaan menyelimuti peringatan Milangkala ka-11 Komunitas Iket Kitapak Tatar Pakuan yang digelar di Pagoleran Gati, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Momentum ini menjadi penanda perjalanan panjang komunitas dalam menjaga, melestarikan, serta memperkenalkan budaya Sunda kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Selama sebelas tahun berdiri, Komunitas Iket Kitapak Tatar Pakuan konsisten menjadi wadah silaturahmi, pendidikan budaya, sekaligus penguatan jati diri Sunda. Berbagai kegiatan budaya, sosial, seni tradisi, hingga pelestarian adat istiadat terus dilaksanakan sebagai bentuk nyata pengabdian terhadap warisan leluhur.

Mengusung tema dan semangat:
“Sacangreud pageuh, sagolék pangkék.”
Sebelas taun ngamumulé budaya, nanjeurkeun jati diri Sunda.
Nyiar sawangan, ngarawat peupeujeuh kolot.

Makna tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan, kekompakan, dan keteguhan hati merupakan pondasi utama dalam menjaga nilai-nilai budaya Sunda agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman modern.

Ketua dan para sesepuh komunitas menyampaikan bahwa Milangkala ke-11 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia organisasi, melainkan juga bentuk penghormatan kepada para karuhun, sesepuh, pegiat budaya, dan seluruh anggota komunitas yang selama ini bersama-sama berjuang merawat tradisi Sunda.

Berbagai unsur budaya turut ditampilkan dalam peringatan tersebut, mulai dari penggunaan iket Sunda sebagai simbol identitas, seni tradisi, hingga nilai-nilai filosofi kehidupan Sunda yang terus diwariskan kepada generasi penerus.

Dalam kesempatan itu, Sastrajendra Living Academy turut memperkenalkan ajaran holistik yang mereka anut sebagai bagian dari pendekatan spiritual, budaya, dan kehidupan harmonis. Sesepuh Toni Junus Kanjeng NgGung menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara budaya, spiritualitas, dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat modern.

Menurutnya, budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan jalan kehidupan yang harus terus dirawat dan dipahami secara mendalam oleh generasi muda agar tidak kehilangan akar jati dirinya.

Sastrajendra itu sendiri artinya ilham Tuhan untuk menghayati kehidupan dan alam, direnungkan dan semua giat budaya akarnya dari ajaran Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.
Bagaimana mental spiritual bangsa terbangun kembali.
SLA mengisi nilai-nilai spiritual untuk tujuan mulia.

Peringatan Milangkala ke-11 ini diharapkan menjadi semangat baru bagi Komunitas Iket Kitapak Tatar Pakuan untuk terus maju, solid, dan menjadi pelopor pelestarian budaya Sunda yang mampu menginspirasi masyarakat luas.

Komunitas juga mengajak generasi muda agar lebih mencintai budaya daerah, menjaga adat istiadat, serta meneruskan amanah leluhur di tengah arus globalisasi yang terus berkembang.
“Ngamumulé budaya lain saukur ngajaga warisan, tapi ngajaga jati diri urang Sunda.” ujar salah satu tamu undangan yang hadir

Selamat Milangkala Ka-11 Komunitas Iket Kitapak Tatar Pakuan. Tetap ngajaga adat, ngajunjung budaya, sareng ngariksa amanah karuhun.ACN/VIN/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles