Polemik Dugaan Musdes di Muaragembong, Begini Penjelasan Perangkat Desa

ACTUALNEWS.ID Bekasi – Polemik dugaan kekerasan dalam Musyawarah Desa (Musdes) di Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, kian memanas. Insiden yang terjadi pada Senin (6/4/2026) memunculkan perbedaan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

‎Misnan, salah satu perangkat desa yang hadir dalam Musdes, membantah tudingan bahwa perangkat desa maupun mantan kepala desa berinisial J melakukan tindakan kekerasan di dalam forum.

‎Menurutnya, suasana rapat memang sempat memanas akibat perbedaan pendapat dalam pembahasan kriteria pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Namun, ia menegaskan tidak melihat adanya aksi pemukulan di dalam ruangan Musdes.

‎“Memang sempat terjadi adu argumen, suasana memanas. Tapi setahu saya tidak ada pemukulan di dalam forum,” ujarnya.

‎Ia juga mengklarifikasi peran mantan kepala desa berinisial J yang sebelumnya disebut terlibat dalam insiden tersebut. Menurutnya, J justru berupaya meredam ketegangan.

‎“Yang saya lihat, beliau mencoba melerai dan menenangkan suasana agar tidak terjadi keributan,” jelasnya.

‎Meski demikian, Misnan mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian yang terjadi di luar ruangan setelah forum memanas.

‎“Kalau di luar forum, saya tidak tahu. Saya tidak melihat langsung apakah ada pemukulan atau tidak,” tambahnya. Rabu, (8/4/2026).

‎Sementara itu, Kepala Desa Pantai Sederhana, Harun Zain, mengakui bahwa insiden kericuhan memang terjadi dalam pelaksanaan Musdes tersebut. Ia menyayangkan peristiwa itu karena dinilai mencederai proses demokrasi di tingkat desa.

‎“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Musdes yang seharusnya menjadi ruang musyawarah justru diwarnai insiden yang16026 mencederai demokrasi di tingkat desa,” ujarnya.

‎Namun demikian, Harun Zain juga menegaskan bahwa warga yang mengaku sebagai korban kekerasan bukan merupakan peserta resmi yang diundang dalam Musdes.

‎“Perlu kami tegaskan, yang bersangkutan bukan bagian dari undangan resmi peserta Musdes,” tegasnya.

‎Sebelumnya, sejumlah pihak mengaku menjadi korban dugaan kekerasan dalam forum tersebut dan telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian, disertai bukti visum.

‎Pihak kepolisian pun membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan kasus masih dalam proses penanganan.

‎Perbedaan keterangan antara pihak pelapor, perangkat desa, dan pemerintah desa kini menjadi sorotan publik. Aparat penegak hukum diharapkan dapat mengusut secara objektif guna mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden tersebut.

‎Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang.ACN/ASN/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles