Friday, March 6, 2026

Usai Diumumkan Panitia, Diduga Salah Satu Bakal Calon Rektor IAIN SAS Babel Pernah Terlibat Jual Beli Skripsi

ACTUALNEWS.ID, Bangka Belitung – Seleksi calon Rektor IAIN SAS Babel telah bergulir SEJAK Desember tahun 2025. Pada tanggal, 12 Januari 2026 melalui media publikasi IAIN SAS Bangka Belitung https://penjaringan.iainsasbabel.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/Surat-Pengumuman-Penetapan-Hasil-Verif-Administrasi-Bakal-Calon-Rektor.pdf Panitia Seleksi mengumumkan sebanyak 5 orang pendaftar bakl calon Rektor IAIN SAS Babel. Diumumkan lolos dan dinyatakan dapat mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

Namun sayangnya, diantara nama yang diumumkan tersebut terdapat salah satu calon yang diduga terlibat dalam kasus jual beli skripsi mahasiswa yang berinisial S beberapa tahun lalu.

Peristiwa dugaan jual beli skripsi tersebut bahkan turut melibatkan beberapa dosen yang menjabat saat itu. Hingga kini beritanya masih bisa diakses di berbagai media. Civitas akademik pada saat itu melakukan demo besar-besaran bahkan menyegel kampus IAIN SAS BABEL pada waktu itu masih bernama STAIN SAS BABEL.

Demonstrasi hingga berminggu-minggu, melibatkan seluruh Pengurus Dewan Mahasiswa dan civitas kampus. Dikabarkan pada saat itu, seluruh dosen dan pegawai juga menandatangani surat mosi tidak percaya dengan Ketua STAIN SAS Babel Prof.Dr. Imam Malik, M.A.g yang akhirnya dicopot dan diberhentikan dari Ketua dan juga PNS nya.

Bahkan sempat mendekam di hotel prodeo beberapa tahun lamanya karena kasus lainnya yang secara bersamaan dengan kasus jual beli skripsi ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dan diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan bahwa calon rektor inisial S telah diperiksa Irjen Kemenag RI dan diberikan sanksi dengan diturunkan pangkat satu tingkat dan diberhentikan pembayaran sertifikasi dosennya selama satu tahun.

Saat ini, berdasarkan pantauan S masih menjabat di salah satu unit yang berhubungan dengan penelitian dan pengabdian para dosen dosen.

Masyarakat kampus mulai bertanya-tanya, apakah mereka akan dipimpin oleh orang yang bermasalah secara akademik yang seharusnya kampus lepas dari persoalan jual beli skripsi. Mengingat moral akademik seorang dosen harus dijaga dengan baik, tidak bermasalah dalam persoalan joki jual beli skripsi/tesis/disertasi ataupun dalam kasus korupsi.

Seorang calon pemimpin seharusnya menyadari kalau dirinya bermasalah dengan akademik, tak seharusnya mencalonkan diri untuk memimpin kampus ini.

Pada dikonfirmasi kepada salah satu masyarakat yang tinggal dekat kampus menyebutkan bahwa dari dulu hingga saat ini dengan kampus IAIN SAS Babel mengatakan memang benar dulu ada desas desus kasus jual beli dan joki skripsi tersebut di kampus itu.

“Beberapa tahun yang lalu, kami melihat dan menyaksikan mahasiswanya sampai demo besar-besaran, dan terakhir kabarnya dosen yang terlibat diberikan sanksi, banyak memang dosen yang kena sanksi” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya di Bangka Belitung, Senin (12/1/2026).

Masyarakat kampus harus tahu itu, jangan sampai moral akademik tercoreng bila dipimimpin yang memiliki jejak rekam dan reputasi tidak baik di kampus itu. Saya sebagai warga sini, sangat menyayangkan kalau itu terjadi, ujarnya.

ACN/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles