ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Politikus yang juga merupakan tokoh perempuan, Dra. Hj. Okky Asokawati, M.Psi menilai, masih tingginya presentase stunting di Indonesia yang melebihi 20 persen harus segera dikurangi. Pasalnya, berdasarkan rujukan dari WHO bahwa angka stunting suatu negara tidak boleh melebihi 20 persen.
“Apa yang dilakukan BKKBN terhadap persoalan stunting sangat bagus karena memberikan awareness atau kesadaran kepada keluarga mengenai pentingnya kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” ujar Okky kepada awak media, Rabu (22/12/2021) di Jakarta.
Idealnya, kata Okky, penurunan angka stunting adalah 1 persen saja mengingat belum semua pelayanan di puskesmas memiliki Program Posyandu TFC (Theurapetic Feeding Center) sebagai strategi penuntasan dan pemulihan Gizi Buruk bagi Balita di Puskesmas. “TFC ini penting untuk mengatasi permasalahan stunting,” imbuhnya.
Ia berharap, kaum perempuan di Indonesia semakin cerdas dalam menyikapi persoalan stunting ini sehingga anak-anak yang dilahirkan juga cerdas.
Sebelumnya, Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd mengungkapkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh BKKBN dalam mengatasi stunting dimulai dari hulu yaitu pendekatan keluarga. Menurutnya, stunting bukan hanya disebabkan karena kekurangan gizi, namun juga pola pengasuhan dalam keluarga.
“Maka bagi remaja yang akan menikah, kami edukasi baik dari sisi kesehatan, gizi maupun pola asuhnya,” pungkasnya. (Indah Chantique)
ACN/Indah/Red
