ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Priboemi ( Sekjen DPP ) Partai Priboemi, Heikal Safar, SH. mengungkapkan demi keselamatan negara, meminta kepada Presiden Jokowi sebaiknya membubarkan 5 Partai Politik (Parpol) yang kadernya paling banyak terlibat korupsi.
Menurutnya Partai Politik (Parpol) wajib bertanggung jawab penuh kepada seluruh kader- kadernya, jangan sampai asal pilih kader hanya karena banyak materi dan dekat dengan pengusaha,
“Maka saya berharap kepada Parpol agar pilih kader partai orang-orang yang jujur dan amanah supaya kekayaan negara ini, tidak dirampok dengan mengatasnamakan Pancasila, Konstitusi dan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut Sekjen Partai Priboemi,Heikal Safar SH mengatakan bahwa untuk menyambut Pemilu serentak 2024 mendatang, Parpol harus menjaring kader- kader yang energik, jujur dan amanah, karena pemimpin bangsa Indonesia kedepannya sangat diperlukan Partai Politik yang memiliki integritas dan berkualitas tinggi,

Lanjutnya Partai Politik ( Parpol) yang fokus memilih kader – kader terbaiknya sebagai wakil rakyat di DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten / Kota, bahkan sebagai pemimpin nasional dan pemimpin daerah,” ujar Sekjen DPP Partai Priboemi, Heikal Safar SH kepada sejumlah Awak media di Kantornya Seputar Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (11/2/2021).
Saya meyakini, seluruh rakyat Indonesia sudah jenuh dengan Koruptor yang sudah merata diseluruh tanah air.
Bahkan koruptor di Indonesia jauh lebih banyak dari pengedar narkoba dan teroris.”sambungnya.
Lanjut Heikal Safar, yang sangat ironis dan anehnya tidak ada satupun koruptor di Indonesia yang dieksekusi hukuman mati. Sehingga membuat rakyat di seluruh Indonesia sangat geram dengan ulah maupun polah tingkah laku para politisi yang korup uang rakyat agar segera di hukum mati
“Oleh karenanya saya sebagai Sekjen DPP Partai Priboemi meminta agar 5 Partai Politik yang kadernya paling banyak terlibat korupsi harus dibubarkan ataupun dibekukan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo.”pungkasnya.
ACN/RED
