ACTUALNEWS.Id – Jakarta, Kemajuan teknologi digital telah memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek pengasuhan dan pembentukan kepribadian anak. Sebagai lingkungan pertama yang dikenal anak, keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, serta membentuk kepribadian mereka agar tetap kuat di tengah derasnya arus informasi.
Dalam lingkungan masyarakat Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, diperlukan upaya sosialisasi guna meningkatkan pemahaman orang tua terkait metode yang efektif dalam mendidik anak di era digital.
Berdasarkan teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget, anak memperoleh pemahaman dari lingkungan sekitarnya, dan di era digital saat ini, lingkungan mereka mencakup ruang virtual yang sangat luas. Oleh sebab itu, orang tua harus berperan aktif dalam memberikan pendidikan moral dan etika kepada anak sejak usia dini.
Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, serta empati harus diperkenalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pengawasan dan pembatasan dalam penggunaan teknologi menjadi langkah esensial untuk mencegah anak dari paparan konten negatif seperti kekerasan, pornografi, dan berita palsu yang dapat mempengaruhi pola pikir mereka secara negatif.
Strategi pengasuhan dalam era digital juga menuntut orang tua untuk menjalin komunikasi yang terbuka dengan anak-anak mereka.
Menurut teori keterikatan (attachment theory) yang dikembangkan oleh Bowlby, hubungan emosional yang erat antara anak dan orang tua memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan psikososial mereka. Oleh karenanya, orang tua harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk berbagi pengalaman serta permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan digital. Selain itu, menjadi panutan yang baik bagi anak juga sangat penting karena mereka cenderung meniru perilaku orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, tantangan utama dalam membentuk karakter anak di era digital adalah kecanduan perangkat elektronik yang dapat mengurangi interaksi sosial mereka. Berdasarkan penelitian dari American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak yang terlalu sering menggunakan perangkat digital tanpa pengawasan berisiko mengalami gangguan dalam perkembangan sosial dan emosional mereka. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas waktu bersama keluarga merupakan salah satu solusi efektif dalam mengatasi tantangan ini. Orang tua perlu menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi langsung dengan anak, seperti dengan melakukan kegiatan bersama di luar rumah atau mengadakan diskusi terbuka terkait penggunaan internet yang sehat.
Upaya sosialisasi mengenai pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter anak di Kelurahan Jurumudi dapat diwujudkan melalui berbagai metode. Mengadakan penyuluhan serta seminar parenting digital menjadi salah satu cara efektif untuk membekali orang tua dengan keterampilan dalam mendampingi anak saat menggunakan teknologi. Selain itu, pemberdayaan masyarakat melalui kelompok diskusi atau komunitas dapat menjadi wadah bagi para orang tua untuk berbagi pengalaman dalam mengasuh anak di era digital. Kolaborasi dengan pihak sekolah juga perlu diperkuat agar pendidikan karakter yang diterapkan di rumah selaras dengan yang diberikan di sekolah.
Tak hanya itu, pembuatan konten edukatif yang dapat diakses melalui media sosial juga dapat menjadi strategi efektif dalam menyebarluaskan pemahaman kepada masyarakat secara lebih luas.
Dengan adanya sosialisasi yang tepat, diharapkan para orang tua di Kelurahan Jurumudi dapat lebih memahami cara mendidik anak dengan bijak dalam menghadapi kemajuan teknologi. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi hal yang sangat penting agar anak-anak dapat tumbuh menjadi individu berkarakter kuat, mampu menghadapi tantangan era digital, serta memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.ACN/PRAY/RED
Nama penulis :
Elina Sari Hasibuan,