Friday, March 20, 2026

Rencana Pemprov DKI Jakarta Membuka 300 Sekolah Dengan Tatap Muka Mendapatkan Kekawatiran dari GA Covid-19 Jakarta

ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Setelah berhasil tes uji 85 sekolah di Jakarta melalui Pembelajaran Tatap Muka pada tanggal 7-29 April di tahap pertama. Kini Pemprov DKI Jakarta berencana menguji kembali dengan rencana membuka 300 sekolah di jakarta.

Hal ini di sampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad RIza Patria, di Balaikota, Jumat, 21/5/2021, saat si temui awak media, “Jumlah Sekolah sementara ini di perkirakan kurang lebih 300 Sekolah,” ucap Riza.

Riza menambahkan, uji coba tatap muka akan di mulai 7 Juni dan di gelar kurang lebih selama tiga minggu.

Pemprov DKI Jakarta optimis uji coba belajar tatap muka tahap kedua berjalan lancar mengingat tahap pertama pada 7-29 April 2021 berjalan dengan baik.

“Semoga uji coba (tahap kedua) bisa lebih baik lagi dan memberikan ruang lebih baik bagi siswa, guru, tenaga pendidik untuk berinteraksi dan memberikan palajaran dan pembelajaran yang lebih baik bagi siswa sekolah,” ucapnya.

Menanggapi hali ini, Ceacillia Fauziah, Ketua Relawan GA ( Gerakan Anti ) Covid-19 Jakarta merasa was-was, sebab saat sekarang saja penularan covid-19 masih meningkat di jakarta, “Jangan memaksakan kehendak sekarang saja angka penularan covid-19 masih tinggi, dimana satgas gugus tugas masih bekerja mendata warga yang pulang dari mudik,” tuturnya, Minggu, 23/5/2021 di Menteng, Jakarta Pusat.

Ceacillia setuju agenda PTM (Pembelajaran Tatap Muka) yang direncanakan Pemprov, tapi dia juga berharap hasil yang kongkrit dari hasil swap pendataan warga pasca mudik lebaran sudah klier. dan hasilnya baik secara umum, baru rencana tatap muka buat 300 sekaloh bisa di lakukan, “Klier dulu hasil swap pendataan pasca lebaran mudik, baru rencana tatap muka,” tandasnya

Kekawatiran ceacillia itu bukan tanpa alasan, Pemprov DKI harus mempunyai pertimbangan data yang akurat perkembangan penyakit corona bukan berdasarkan warna zonasi saja. sebab pembukaan 300 sekolah bisa menimbulkan klaster baru terhadap anaka-anak, “Data harus akurat buka sekedar pertimbangan warna zonasi,” pungkasnya.

ACN/TIM/Rbt/Red

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles