Monday, March 9, 2026

Rayakan 40 Tahun, GEMABUDHI Gelar Aksi Nyata Peduli Lingkungan dan Pecahkan Rekor MURI Tuang Ecoenzyme di Sungai

Actualnews.id TANGERANG SELATAN — Mediapers.com. Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) memperingati 40 tahun perjalanan organisasi dengan menggelar aksi nyata peduli lingkungan melalui penuangan ecoenzyme terbanyak di sungai yang berhasil memecahkan Rekor MURI ecoenzyme, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari gerakan ecoenzyme Indonesia ini dilaksanakan di kawasan Sungai Jeletreng, Tangerang Selatan, yang merupakan salah satu aliran menuju Sungai Cisadane. Aksi tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, jajaran pemerintah pusat dan daerah, pimpinan majelis keagamaan Buddhis, organisasi kepemudaan, serta para aktivis lingkungan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan pencemaran Sungai Cisadane sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Momentum GEMABUDHI 40 tahun ini tidak hanya menjadi perayaan simbolik perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi wujud komitmen generasi muda Buddhis peduli lingkungan. Melalui penuangan ribuan liter ecoenzyme ke aliran sungai, GEMABUDHI berupaya memberikan kontribusi konkret dalam mendukung revitalisasi sungai Cisadane yang terdampak pencemaran.

Aliran Sungai Jeletreng Tangerang Selatan diketahui terhubung dengan Sungai Cisadane yang pada sejumlah titik mengalami pencemaran akibat limbah industri kimia maupun pestisida. Dampak pencemaran tersebut bahkan berpotensi menjalar hingga wilayah hilir, termasuk kawasan Muara Angke, Jakarta.

Ketua Umum GEMABUDHI menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan implementasi nilai kebajikan dalam ajaran Buddha yang menekankan harmoni antara manusia dan alam.

Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi saksi atas kerusakan lingkungan, tetapi harus tampil sebagai pelopor perubahan melalui aksi nyata yang konsisten dan berkelanjutan.

“Melalui aksi lingkungan GEMABUDHI ini, kami ingin menunjukkan bahwa generasi muda Buddhis memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan alam. Penuangan ecoenzyme ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membantu memperbaiki kualitas air dan ekosistem sungai,” ujarnya.

Pencapaian rekor MURI ecoenzyme tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan. Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat aksi lingkungan di Tangerang Selatan yang melibatkan masyarakat, komunitas, serta pemerintah.

Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk menyatakan pihaknya turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut melalui penyediaan ecoenzyme yang diproduksi secara mandiri di kawasan Flavor Bliss Alam Sutera sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Alam Sutera Peduli.

“Kami turut senang dapat berkontribusi dan berkolaborasi dalam memerangi pencemaran lingkungan melalui penyediaan ecoenzyme yang diproduksi secara mandiri di Flavor Bliss Alam Sutera melalui program CSR Alam Sutera Peduli. Produksi ecoenzyme ini merupakan salah satu komitmen kami dalam menghadirkan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi penuangan ecoenzyme bersama GEMABUDHI di kawasan Sungai Jeletreng diharapkan mampu membantu revitalisasi sungai Cisadane yang sempat tercemar serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat yang masih memanfaatkan aliran sungai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan 40 tahun GEMABUDHI mengusung semangat “Harmoni dalam Keberagaman, Tumbuh dalam Kebajikan.” Tema ini menjadi pengingat bahwa nilai kebajikan tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama.ACN/RED

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles