ACTUALNEWS.ID, Jakarta – ” PT Kereta Api Indonesia pada masa penyekatan dan pengetatan pra pengadaan mudik mengalami penurunan jumlah penumpang kereta api,” hal itu dikatakan Kepala stasiun senen, Joni, Senin 17/5/2021 di kantornya.
Masa penyekatan atau pengetatan pra pengadaan mudik tanggal 22 april -5 mei jumlah total penumpang kereta api yang dilayani PT KAI sebanyak 36 ribu perhari, dan masa pengadaan mudik periode 6-17 terjadi penurunan yang sangat signifikan hingga 85 persen atau 6000 penumpang perhari dimasa pengadaan mudik.
Lanjut Joni, tanggal 18-24 mei adalah masa pengetatan pasca pengadaan mudik memang ada peningkatan pemesanan tiket yang terjual sekitar 57 ribu penumpang artinya dari jumlah tersebut untuk arus mudik dan arus balik penumpang pasca pengadaan mudik.
“57 ribu tiket itu adalah jumlah penumpang bisa juga keberangkatan dan balik ke jakarta pasca masa pengadaan untuk tanggal 18 mei”. Ujarnya
Dia juga menambahkan, Pemesanan tiket kebanyakan menuju Jakarta-Jogya sebaliknya dan Jakarta-Surabaya juga sebaliknya. Sesuai aturan dari pemerintah melalui menteri perhubungan bahwa dimasa pengadaan mudik hanya menjalankan sebanyak 38 kereta api jarak jauh.
Makanya setelah itu masa pengetatan pasca mudik tanggal 18 mei kami rata rata menjalankan sebanyak 144 kereta api jarak jauh.
“Untuk tanggal 18 mei kami sudah bisa menambah frekuensi perjalanan sebanyak 144 kereta jarak jauh”.terangnya
Perlu diketahui, masih Joni, Setelah dilakukan verifikasi di masa pengadaan mudik, ada sekitar 5140 penumpang yang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan, misalkan, Dokumen kelengkapannya tidak dilampiri keterangan dari RT, RW setempat, “Ya, jadi kami tolak keberangkatannya, sebab tidak ada surat pendukung dari RT, RW,” pungkasnya
ACN/TIM/Indah/Red
