ACTUALNEWS.ID, Jakarta – Dharmapala Nusantara menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi di beberapa kota besar, termasuk Jakarta, Makassar, Medan, Jambi, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, dan Bandung. Aksi demonstrasi yang awalnya merupakan wujud kebebasan berdemokrasi, kini telah berujung pada bentrokan, kerusuhan, dan bahkan menelan korban jiwa.

Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara kita, Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online. Kehilangan ini harus menjadi peringatan keras bagi kita semua: jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Hentikan semua bentuk kekerasan!
Dharmapala Nusantara-FABB, sebagai organisasi perekat ke-bhineka-an di Indonesia, menyatakan sikap:
- MENDUKUNG DISAHKAN RUU PERAMPASAN ASET KORUPTOR menjadi Undang-Undang sebagai instrumen
pemulihan aset negara dan penegakan hukum antikorupsi yang efektif. Proses pembahasan UU
harus cepat, transparan, dan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan aktivis pro demokrasi. - BATALKAN KENAIKAN PBB dan kebijakan lainnya yang membebani masyarakat, terutama di daerah.
Tingkatkan subsidi dan jaring pengaman sosial untuk rakyat kecil dan UMKM. - TEGAKKAN AKUNTABILITAS PUBLIK – Transparan dalam pengajuan anggaran, tunjangan, dan
pengelolaan keuangan negara untuk mengembalikan kepercayaan publik. - DEMOKRASI HARUS DIHORMATI, NAMUN JANGAN ANARKIS Kami mendukung hak masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi sebagai bentuk koreksi bagi pemerintah, namun bila aksi berubah menjadi anarkis, merusak fasilitas umum, dan bahkan membuat rakyat melawan rakyat, maka itu sudah melenceng dari tujuan perjuangan. Luka baru sesama anak bangsa hanya akan memperdalam perpecahan.
- TOKOH AGAMA DAN FKUB. Kami mengajak semua pemimpin agama, FKUB, dan rumah ibadah untuk aktif menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing, menjadi pusat pendingin suasana, dan menanamkan kedamaian di hati umat.
- BIJAK BERMEDSOS. Kami mengajak masyarakat jangan sebarkan hoaks, ujaran kebencian, atau provokasi di WhatsApp dan media sosial. Mari gunakan medsos untuk menenangkan, bukan menyalakan api.
- PEMERINTAH DAN APARAT KEAMANAN untuk bertindak tegas, adil, dan humanis dalam menjaga ketertiban, serta memastikan keselamatan rakyat adalah prioritas utama.
- ELIT POLITIK DAN TOKOH MASYARAKAT. Jangan ada yang menunggangi penderitaan rakyat demi kepentingan politik sempit. Saatnya semua pihak mengambil tanggung jawab moral untuk meredam, bukan memperkeruh keadaan.
- SOLIDARITAS SOSIAL. Umat beragama khususnya, dan seluruh anak bangsa, mari saling menjaga lingkungan sekitar, melindungi tempat ibadah, serta membantu sesama yang terdampak dengan semangat welas asih dan gotong royong.
Indonesia lahir dari keberagaman dan gotong royong. Kerusuhan bukanlah jalan keluar. Saatnya kita kembali menegakkan semangat persatuan: lebih kuat daripada provokasi, lebih kokoh daripada perbedaan, dan lebih luhur daripada kebencian.
Mari bersama kita hentikan kekerasan, demi Indonesia yang damai, adil, dan bermartabat.
Kevin Wu
Ketua Umum Dharmapala Nusantara – FABB