ACTUALNEWS.ID, Kabupaten Bima – Kondisi SMPN 7 Satap Monta yang berlokasi di Desa Sie, Dusun Diha, menjadi perhatian masyarakat. Sekolah tersebut diketahui hanya memiliki sekitar delapan orang siswa, sementara jumlah tenaga pendidik dan kependidikan tergolong cukup besar.
Data yang dihimpun menyebutkan, terdapat sekitar 25 guru dan 9 tenaga tata usaha (TU) di sekolah tersebut. Kondisi ini dinilai belum mencerminkan keseimbangan antara jumlah siswa dan tenaga yang tersedia.
Selain itu, lokasi sekolah yang tidak berada di wilayah terpencil serta relatif dekat dengan SMPN 1 Monta menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melihat efektivitas pengelolaan pendidikan di wilayah tersebut.
Sejumlah warga berharap adanya langkah evaluasi dari pihak terkait, terutama dalam penataan tenaga pendidik serta kemungkinan penggabungan (regrouping) sekolah guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran.
‘Kalau jaraknya dekat dengan sekolah lain dan siswanya sedikit, mungkin bisa dipertimbangkan solusi yang lebih efektif’ujar salah satu warga.
Di sisi lain, pemerintah tetap memiliki tanggung jawab dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil diharapkan mempertimbangkan keseimbangan antara pemerataan layanan dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Pengamat pendidikan menilai, dalam kondisi tertentu, regrouping sekolah dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan distribusi guru serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Hingga saat ini, masyarakat berharap dinas terkait dapat melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi SMPN 7 Satap Monta, dengan mempertimbangkan kedekatannya dengan SMPN 1 Monta, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi dunia pendidikan.
ACN/TIM
