Friday, February 6, 2026

Lakukan Trauma Healing, Relawan FWJ Indonesia Fokus Pemulihan Paska Gempa Cianjur. Begini Kata Pembina dan Pengacara FWJ

ACTUALNEWS.ID, BANDUNG – Bencana gempa bumi yang menggoncang sebagian wilayah Cianjur Jawa Barat pada tanggal 21 November 2022 lalu menelan ratusan korban jiwa, merusak ribuan bangunan rumah warga, maupun sarana pendidikan dan sarana ibadah serta infrastruktur lainnya.

Salain korban nyawa dan harat benda, tangisan pilu dan duka mendalam yang menyayat hati, serta tetap terbesit mentalitas dan psikologis para korban gempa Cianjur akan terus membekas sehingga menimbulkan trauma panjang.

Atas musibah tersebut, eks Deputi Basarnas RI, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin yang juga ketua dewan pembina Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia menjelaskan dampak dari peristiwa suatu bencana.

Tatang menyebut, dampak bencana yang membekas akan terekam sepanjang masa, “secara alami pastinya trauma yang kepanjangan, karena mental dan psikologis para korban gempa enggan kembali kerumahnya,” kata Tatang Zaenudin saat dikonfirmasi wartawan melalui via selullarnya, Kamis (1/12/2022).

Bermacam cara dan upaya yang diambil pemerintah maupun para relawan, selain mengirimkan kebutuhan pokok ke titik – titik lokasi pengungsian gempa.
Masihnya, Trauma Healing menjadi hal prioritas dalam pemulihan paska gempa.

“Saya sependapat apa yang diperbuat para relawan dari berbagai unsur, termasuk relawan Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia. Pendistribusian tahap ke 2 yang dilakukan FWJ Indonesia sejak Senin kemaren hingga saat ini terfokus pada trauma healing di tujuh (7) titik lokasi pengungsi gempa yang kebanyakan terdapat bayi, balita, anak – anak dan kaum hawa.” ucapnya kembali.

Mantan Jendral bintang 2 TNI Angkatan Darat ini juga menjabarkan, selain memprioritaskan kebutuhan popok bayi, bubur bayi, bedongan bayi, makanan berprotein seperti susu untuk balita sampai anak – anak, selimut serta makanan ringan lainnya dan kebutuhan berbagai jenis mainan sambil beredukasi mengajak bermain sangat membantu mentalitas korban.

“Ajak mereka bermain dan bersenda gurau serta saling curhat, karena itu sangat membantu upaya trauma healing,” ujarnya.

Setidaknya lanjut Tatang, anak – anak ditenda pengungsi akan menyibukan dirinya dengan berbagai jenis mainan, “kalau anak – anak sudah senang dan sibuk dengan mainnya, maka mereka lambat laun akan kembali terbangun mental yang kuat dan berangsur lupa atas kejadian gempa,” terang Tatang Zaenudin.

Masihnya, Trauma Healing tersebut harus dilakukan para relawan dengan intens dan terus menerus sampai para korban gempa menemukan kepercayaan diri kembali.

Ditempat terpisah, Pendiri GAPTA Law Firm, Richard William yang juga salah satu pengacara FWJ Indonesia melalui pesan Whats Up nya, Kamis (1/12/2022) mendukung upaya dan langkah – langkah relawan FWJ Indonesia dalam pendistribusian kebutuhan tahap 2 serta melakukan Trauma Healing di berbagai titik pengungsi gempa Cianjur.

“Saya kira apa yang dilakukan para relawan FWJ Indonesia di titik – titik pengungsi korban gempa Cianjur sudah tepat, sejak awal saya selalu mendukung aksi kemanusiaan yang dilakukan para relawan ini secara intens. ” tukas Richard.

Dia berharap, kedepannya dengan trauma healing mentalitas dan psikologis anak – anak korban gempa dapat segera pulih, dan bagi para pejabat Pemerintah, Legislatif maupun Partai jangan jadikan musibah bencana Cianjur sebagai ajang kampanye.

ACN/Rbt,Srigala/Red

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles